Denpasar, balibercerita.com –
Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Kebudayaan setempat mengeluarkan kriteria lomba ogoh-ogoh se-Bali. Lomba ini sebagai penghargaan terhadap kreativitas Pasikian Yowana Desa Adat se-Bali dalam mendedikasikan semangat keagamaannya melalui kreasi ogoh-ogoh.
Namun, dalam lomba tersebut, desa adat hanya boleh mendaftarkan satu ogoh-ogoh saja. Pendaftaran lomba diajukan ke Majelis Desa Adat (MDA) kecamatan yang mewilayahi, mulai tanggal 5 hingga 13 Maret 2022. Peserta wajib membawa surat pengantar resmi dari bendesa adat masing-masing.
Kepala Dinas Kebudayaan Bali, I Gede Arya Sugiartha dalam suratnya mengatakan, ketentuan umum ogoh-ogoh yang dilombakan adalah ogoh-ogoh yang telah dibuat terkait perayaan hari suci Nyepi Tahun Saka 1944. Setelah pelaksanaan acara nyomya, ogoh-ogoh yang akan diikutsertakan lomba agar tidak dipralina atau dibakar.
“Setiap desa adat hanya boleh mendaftarkan satu ogoh-ogoh. Prajuru desa adat yang mendaftarkan keikutsertaan ogoh-ogoh ke Majelis Desa Adat (MDA) kecamatan yang mewilayahi dengan surat pengantar resmi dari bendesa adat masing-masing,” terangnya.
Menurutnya, penilaian lomba ogoh-ogoh dilaksanakan di tempat tanpa parade. Setiap kabupaten/kota melalui keputusan tim juri, menetapkan tiga ogoh-ogoh untuk predikat terbaik. Penyerahan hadiah untuk predikat terbaik 1,2,3 seluruh kabupaten/kota se-Bali dilaksanakan dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali pada tanggal 25 Juni 2022.
“Ogoh-ogoh yang dilombakan adalah ogoh-ogoh yang dibuat dalam rangka memeriahkan perayaan hari suci Nyepi Tahun Saka 1944. Ogoh-ogoh terbuat dari bahan-bahan ramah lingkungan,” terangnya.
Disebutkan, tinggi ogoh-ogoh yang dilombakan minimal 3 meter. Bentuk dan tema ogoh-ogoh juga tidak menampilkan unsur SARA dan pornografi. Peserta lomba juga diwajibkan menyediakan dan memajang narasi/sinopsis sesuai tema cerita ogoh-ogoh yang dibuat.
“Yang kami nilai adalah keunikan tema, teknik kontruksi diutamakan teknik anyaman/ulatan. Komposisi karakter, anatomi, aksesoris, teknik penyelesaian/harmoni warna, dan kreativitas,” sebutnya. (BC20)













