Libur Lebaran 2026 Dongkrak Pariwisata, InJourney Catat Lonjakan Kunjungan Wisatawan dan Okupansi

0
121
Libur Lebaran
Suasana di Candi Prambanan saat libur Lebaran 2026. (ist)

balibercerita.com –
Momentum libur Lebaran 2026 tak hanya mendorong arus mudik dan balik, tetapi juga memberikan dampak signifikan terhadap sektor pariwisata nasional. PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney mencatat lonjakan kunjungan wisatawan, okupansi hotel, hingga aktivitas ekonomi di berbagai destinasi unggulan yang dikelolanya.

Direktur Utama InJourney, Maya Watono mengatakan, tingginya mobilitas masyarakat selama Lebaran berhasil dioptimalkan menjadi peluang untuk menggerakkan sektor pariwisata melalui integrasi layanan aviasi dan destinasi. “Momentum ini kami manfaatkan tidak hanya untuk memastikan kelancaran perjalanan, tetapi juga menghadirkan pengalaman liburan yang berkesan dan terintegrasi bagi masyarakat,” ujarnya.

Selama periode 20–29 Maret 2026, InJourney Destination Management (IDM) mencatat total 326.676 kunjungan wisatawan di berbagai destinasi unggulan. Candi Prambanan menjadi destinasi paling ramai dengan 130.083 pengunjung, disusul TMII sebanyak 116.865 pengunjung dan Borobudur 69.742 pengunjung.

Baca Juga:   Dulu Tertinggal, Kini Kedisan Menjelma Jadi Destinasi Wisata Unggulan di Bali

Berbagai program atraktif turut digelar untuk menarik minat wisatawan, seperti Pasar Medang yang menghadirkan kuliner lokal, produk UMKM, hingga pertunjukan seni budaya. Selain itu, event “Pelangi di Mars” juga menjadi daya tarik tersendiri dengan konsep hiburan keluarga, instalasi kreatif, dan spot foto tematik.

Dari sektor perhotelan, InJourney Hospitality mencatat peningkatan tingkat hunian sebesar 9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sejumlah hotel di Bali seperti Merusaka Nusa Dua, The Meru Sanur, dan Bali Beach Hotel The Heritage Collection mencatat okupansi tertinggi di kelas bintang lima.

Baca Juga:   Sup Kepala Ikan Mr. Dwi, Makanan Lezat, Hati Senang

Sementara itu, kawasan pariwisata yang dikelola ITDC juga menunjukkan performa positif. The Nusa Dua mencatat 133.127 kunjungan wisatawan, disusul The Mandalika sebanyak 3.306 kunjungan dan The Golo Mori sebanyak 907 kunjungan.

Tak hanya destinasi wisata, sektor ritel juga ikut terdongkrak. Sarinah yang berada di bawah pengelolaan InJourney Retail mencatat lonjakan kunjungan hingga 683 ribu orang selama periode Lebaran. Berbagai program promosi, diskon, dan kolaborasi tenant menjadi magnet bagi pengunjung.

Baca Juga:   17 Agustus, Yovie and Nuno Perform di GWK 

Di sisi lain, sektor aviasi tetap menjadi tulang punggung konektivitas. Selama periode 13–29 Maret 2026, bandara-bandara InJourney melayani 8,87 juta penumpang dengan 63.222 pergerakan pesawat, menunjukkan tingginya mobilitas yang tetap terkelola dengan baik.

Capaian ini menegaskan bahwa momentum Lebaran menjadi penggerak utama pertumbuhan pariwisata dan ekonomi nasional. InJourney pun berkomitmen terus memperkuat sinergi lintas sektor guna menghadirkan layanan yang semakin terintegrasi dan berkualitas bagi masyarakat. “Ke depan, kami akan terus meningkatkan kualitas layanan dan kolaborasi agar ekosistem aviasi dan pariwisata semakin kuat dan mampu memberikan pengalaman terbaik bagi masyarakat,” tutup Maya Watono. (BC5)