balibercerita.com –
Meski terjadi dinamika sosial dan politik di Indonesia sedang, kawasan-kawasan pariwisata strategis seperti Nusa Dua, Mandalika, dan Golomori, tetap berada dalam kondisi aman dan kondusif. Hal ini diungkapkan Direktur Operasional Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Troy Reza Warokka.
Ia memastikan bahwa keamanan menjadi prioritas utama demi menjaga kepercayaan wisatawan. “Untuk okupansi di Nusa Dua cukup baik dan ini menandakan bahwa keamanan menjadi kunci perkembangan sektor pariwisata, termasuk kawasan pariwisata yang kami kelola, khususnya Nusa Dua,” ujar Troy.
Pernyataan ini selaras dengan penegasan Gubernur Bali bahwa kondisi Bali saat ini tetap aman dan terkendali. Menurut Troy, hal ini menjadi hasil kerja kolektif seluruh pihak, baik dari unsur pemerintah, aparat keamanan, hingga stakeholder kawasan yang terus bersinergi menjaga stabilitas.
ITDC secara rutin melakukan kegiatan pengamanan sebagai bagian dari upaya memastikan kesiapan operasional. Dalam praktiknya, kegiatan ini melibatkan Polri, TNI, pecalang, basarnas, hingga polairud, serta seluruh personel keamanan internal. “Kami sangat sering melakukan kegiatan seperti ini untuk menegaskan bahwa kawasan kami dalam kondisi aman dan profesional. Semua protap keamanan dicek dan diimplementasikan dengan baik,” tambahnya.
Walau tidak ada penambahan jumlah personel keamanan, ITDC melakukan peningkatan dari sisi operasional seperti penambahan jam patroli, pengawasan ketat, dan pemeriksaan rutin. Termasuk penambahan satu unit K-9 (anjing pelacak) untuk meningkatkan kemampuan deteksi bahan berbahaya.
Perangkat keamanan pun sudah sangat memadai, seperti sistem CCTV, fire bridge, dan unit K-9 yang telah disiagakan. Seluruh standar operasional diklaim sudah sesuai untuk menjamin keamanan dan kenyamanan pengunjung.
Tingkat okupansi kawasan Nusa Dua tercatat mencapai 75 persen pada Agustus 2025, dengan dominasi wisatawan mancanegara. Meski ada travel warning dari beberapa negara, sejauh ini tidak ada laporan pembatalan dari wisatawan atau tenant. “Ini membuktikan bahwa kepercayaan terhadap kawasan Nusa Dua masih sangat tinggi. Namun, kita tidak boleh jumawa. Waspada, responsif, dan tetap solid dalam berkoordinasi adalah hal yang harus terus dijaga,” ujar Troy.
Di sisi lain, wisatawan domestik juga menunjukkan peningkatan kunjungan ke Nusa Dua. Edukasi kepada konsumen terkait situasi keamanan disebut telah dilakukan secara intensif dan terbukti efektif. “Konsumen di Nusa Dua sudah cukup teredukasi. Mereka tahu bahwa kawasan ini sangat baik, dan mereka sudah sadar akan pentingnya kewaspadaan dalam kondisi apapun,” imbuhnya.
Dengan kolaborasi yang kuat antara berbagai pihak, ITDC optimis kawasan-kawasan strategis seperti Nusa Dua akan terus menjadi destinasi unggulan dengan standar keamanan dan kenyamanan tinggi bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. (BC5)















