Mangupura, balibercerita.com –
Semangat menjaga kelestarian lingkungan kembali digelorakan di Kabupaten Badung. Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, ratusan relawan dari berbagai komunitas bersatu untuk “menghajar” sampah di Muara Tukad Mati, kawasan Patasari, Kamis (12/6).
Aksi bersih-bersih ini digagas oleh Kelompok Peduli Sungai (KPS) Tukad Mati Lestari Kuta dan melibatkan berbagai pihak seperti PLN UID Bali, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung, BWS Bali Penida, serta komunitas pecinta lingkungan lainnya.
Menariknya, kegiatan ini juga menjadi momentum bersejarah dengan dideklarasikannya Forum BELATI (Bersatu Lestarikan Alam dan Pertiwi), sebuah wadah kolaborasi lintas komunitas lingkungan se-Kabupaten Badung. “Kami ingin menunjukkan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab bersama. Kami menyatukan semangat dan langkah melalui aksi nyata,” ujar I Nyoman Sukra, Ketua KPS Tukad Mati Lestari sekaligus Kader Pembina Kalpataru.
Kegiatan yang diikuti lebih dari 250 peserta ini tidak hanya fokus pada bersih-bersih sampah. Berbagai kegiatan ekologis turut digelar, seperti pelepasliaran satwa air dan hutan mangrove, termasuk burung, ikan, biawak, dan ular sebagai simbol pemulihan ekosistem. Area Pura Tirta Campuhan Tukad Mati juga menjadi lokasi penanaman bibit tanaman upacara dan obat, sebagai upaya mendukung pelestarian tanaman endemik Bali yang sarat makna budaya.
Dalam suasana yang penuh semangat, peserta juga mengikuti lomba bersih-bersih dengan hadiah menarik sebagai bentuk apresiasi. Selain itu, talkshow inspiratif turut digelar, menghadirkan akademisi dan aktivis lingkungan yang membahas isu-isu strategis mulai dari hutan, sungai, hingga laut. PLN UID Bali yang hadir dalam kegiatan ini juga memberikan dukungan konkret berupa bantuan peralatan, fasilitas kegiatan, serta bibit tanaman yang dikelola oleh komunitas.
Di tempat terpisah, Ketua Forum BELATI, I Nyoman Wismaya menegaskan bahwa forum ini hadir sebagai sinergi kolektif komunitas peduli lingkungan di seluruh Badung. “Kami sudah sepakat untuk menyatukan barisan. Ke depan, Forum BELATI akan bergerak aktif memberikan edukasi ke sekolah-sekolah, komunitas pemuda, dan menjalin kolaborasi dengan universitas maupun pemerintah,” tegas Wismaya.
Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor, aksi ini menjadi bukti nyata bahwa perubahan bisa dimulai dari komunitas akar rumput yang peduli dan bersatu. Sebuah harapan baru untuk Bali yang lebih bersih dan lestari. (BC5)

















