balibercerita.com –
Di tengah kompleksitas tantangan operasi pencarian dan pertolongan atau search and rescue (SAR) di Indonesia yang luas dan berciri kepulauan, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Kabasarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, S.I.P., M.M., CHRMP menegaskan perlunya peningkatan kapasitas sumber daya manusia, sarana, serta teknologi SAR menuju standar internasional.
Pernyataan itu disampaikan saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Kamis (16/10). Kunjungan tersebut merupakan yang pertama kalinya sejak dirinya menjabat sebagai Kabasarnas, dan menjadi momen penting untuk menyampaikan arah kebijakan nasional Basarnas ke depan.
Dalam kunjungan itu, Kabasarnas didampingi oleh Deputi Bidang Sarana dan Prasarana, Sistem Komunikasi, Sekretaris Utama, serta Kepala Biro Humas dan Umum. Hadir pula Kepala Kantor SAR Denpasar dan perwakilan tiga kantor wilayah tengah, yakni Mataram, Maumere, dan Kupang. Penyambutan berlangsung penuh nuansa budaya Bali, ditandai dengan tarian Hanoman dan simbolisasi pemakaian udeng dan selendang.
Dalam arahannya kepada jajaran pegawai, Kabasarnas menyoroti masih adanya keterbatasan sumber daya manusia, peralatan, dan teknologi dalam menghadapi kondisi geografis Indonesia yang sangat luas, mencapai 5,18 juta kilometer persegi dan didominasi wilayah perairan.
“Runtuhnya bangunan pondok pesantren empat lantai baru-baru ini menjadi ujian berat bagi tim SAR nasional. Situasi seperti ini menuntut kesiapan personel yang benar-benar terlatih dan profesional,” ujar Marsekal Madya Syafii.
Menurutnya, keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berbenah. Justru tantangan itu harus dijawab dengan inovasi, kerja keras, dan sinergitas antarinstansi. “Kita harus mampu menyesuaikan diri agar hasil kerja tidak mengecewakan ekspektasi publik,” tegasnya.
Sebagai solusi strategis, Kabasarnas menegaskan pentingnya penataan sistem dan peningkatan kualitas SDM yang setara dengan standar IMO, ICAO, dan INSARAG. Ia juga menilai perlu adanya balai pelatihan SAR di wilayah timur, tengah, dan barat, dilengkapi sarana berstandar internasional serta regulasi yang berlaku secara nasional dan regional.
Langkah tersebut sejalan dengan program kerja Asta Cipta 2025–2029, yang mencakup pengembangan E-SAR Platform, Sistem SAR Nasional Terpadu, peningkatan keselamatan di sektor pelayaran dan penerbangan nasional, serta pelatihan terpadu berskala internasional.
Basarnas juga mendorong pelibatan potensi SAR lokal dan pemberdayaan masyarakat dalam tanggap darurat bencana, guna memperkuat kesiapsiagaan di seluruh daerah, termasuk kawasan terpencil dan perbatasan.
Tercatat pada tahun 2024 terjadi 2.562 operasi SAR dengan total 41.049 korban (38.871 selamat, 1.774 meninggal, dan 458 hilang). Sementara, pada 2025, jumlah operasi menurun menjadi 1.865, dengan 8.430 korban (6.720 selamat, 1.327 meninggal, dan 383 hilang). Beberapa operasi besar yang menjadi sorotan di antaranya KMP Tunu Pratama, banjir di Bali, WNA jatuh di Taman Nasional Gunung Rinjani, serta runtuhnya Pondok Pesantren Al Khoziny.
Meski menghadapi banyak tantangan, Basarnas mencatat berbagai prestasi membanggakan, antara lain peringkat 8 besar tim SAR terbaik se-Asia Pasifik, opini WTP 15 kali berturut-turut atas laporan keuangan, penilaian “A” untuk indeks pelayanan publik, Predikat “AA” istimewa untuk reformasi hukum dan kearsipan, Juara 2 Anugerah Reksa Bandha atas pengelolaan aset negara, Penilaian sangat baik dalam sistem pemerintahan berbasis elektronik dan merit sistem.
Lebih jauh, Kabasarnas menegaskan bahwa operasi penyelamatan bukan sekadar tugas teknis, melainkan isu kemanusiaan yang menjadi tanggung jawab negara. Ia berharap, semangat profesionalisme dan totalitas akan membawa Basarnas semakin kuat dalam menghadapi setiap bencana dan situasi darurat di seluruh penjuru Indonesia.
“Menyelamatkan satu nyawa bukan hanya tugas, tetapi investasi negara terhadap masa depan bangsa. Kita mungkin tidak bisa menyelamatkan semua, tapi setiap nyawa yang tertolong adalah kemenangan kemanusiaan,” ungkapnya. (BC5)

















