Untuk menunjang sektor pariwisata, pesawat itu nantinya akan disewakan dengan durasi 6 atau 12 menit per mengangkut penumpang. Harga sewanya nanti akan relatif lebih murah dibandingkan pesawat konvensional, karena diperkirakan hanya berkisar ratusan ribu rupiah. Saat ini pesawat itu masih menunggu kelengkapan regulasi perizinannya dan masih dihitung biaya penyewaannya. Setelah diperkenalkan di Bali, rencananya pesawat itu akan kembali diperkenalkan dengan mengambil lokasi di Jakarta. “Di luar negeri, pesawat ini sudah mengangkut penumpang. Di pabriknya di Cina, pesawat ini juga sudah mengangkut penumpang. Tapi itu hanya untuk bubble saja,” imbuhnya.
Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo yang hadir dalam kesempatan itu berharap agar e-hang 216 nantinya dapat menunjang sektor pariwisata di Bali, serta memberdayakan pilot yang menganggur karena dampak pandemi. Saat ini, pesawat tersebut sudah menjadi tujuan pariwisata di Dubai dan Arab Saudi. “Bagi kami di IMI, ini adalah kendaraan official yang akan dipergunakan untuk mengontrol sirkuit-sirkuit yang akan dikelola di beberapa tempat,” ujar pria yang juga merupakan Ketua Umum IMI ini. (BC5)
















