
Mangupura, balibercerita.com –
Seiring rencana dijadikannya Bali sebagai tempat karantina dan kewajiban RT-PCR bagi WNI pelaku perjalanan luar negeri (PPLN), Kepala BNPB sekaligus Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Mayjen TNI Suharyanto, meninjau kesiapan sejumlah hotel dan wisma yang berada di Kabupaten Badung, Rabu (12/1). Salah satu lokasi yang ditinjau adalah Wisma Bima 1 yang berada di wilayah Kelurahan Kuta dan Hotel Hilton Garden Inn Bali, Kelurahan Tuban.
Menurut keterangan Mayjen TNI Suharyanto, pihaknya memang sengaja datang ke Bali dalam rangka meninjau tempat karantina terkait rencana dijadikannya Bali menjadi tempat karantina bagi PPLN, menyusul rencana serupa di wilayah Jawa Timur. Dari pengecekan, tempat tersebut dinilai bagus dan sangat representatif. Jika dibandingkan dengan yang di Jakarta dan Surabaya, kondisinya relatif sama dan equal. “Kami di sini untuk meninjau sejauh mana kesiapan Bali terhadap tempat karantina. Untuk kapan rencananya dibuka, kita harapkan secepat mungkin,” ucapnya.
Ada sebanyak 60 hotel dan wisma yang dipersiapkan menjadi lokasi karantina bagi PPLN. Kapasitas tempat tersebut diakuinya cukup banyak. Dari lokasi monitoring, terdapat sebanyak 400 kamar lebih. Jumlah belum ditambah dengan kamar hotel yang tidak terbatas jumlahnya. Sebab di Bali cukup relatif banyak hotel dan saat ini kondisinya relatif sepi. Hal itu membuat cukup mudah untuk mencari tempat karantina, dengan memanfaatkan hotel yang siap.
Pihaknya mengaku belum bisa memastikan kapan rencana tersebut akan terealisasi, namun hal ini nantinya pasti akan diinformasikan. Begitu pula terkait peruntukan tempat tersebut apakah dipergunakan sebagai tempat karantina bagi PMI yang dibiayai pemerintah, ataukah bagi PMI yang melaksanakan karantina mandiri, hal itu juga masih menunggu keputusan pemerintah. Keberadaan tempat tersebut nantinya tentu akan membagi beban lokasi karantina bagi PPLN yang selama ini berada di Jakarta dan Surabaya.
Seizin Kalaksa BPBD Badung, Kadiskes Kabupaten Badung dr. Nyoman Gunarta mengaku menyiapkan 2 tempat tersebut (Wisma Bima 1 dan 2) sebagai tempat karantina bagi PMI PPLN. Jika nantinya kebijakan pemerintah memutuskan agar karantina untuk PMI dilakukan di hotel, pihaknya juga menyiapkan beberapa hotel di Kuta untuk menjadi tempat karantina itu. “Sesuai arahan tadi, nampaknya PMI nantinya akan ditempatkan di hotel. Jadi kami lebih mengkonsentrasi lokasi ini bagi warga kami di Badung yang terkonfirmasi positif,” ungkapnya.
Saat ini, pihaknya menyiagakan 2 tempat menjadi lokasi isoter di Kuta, dengan kapasitas 200 tempat tidur. Saat puncak kasus terkonfirmasi positif Covid-19 terjadi pada bulan Juli dan Oktober lalu, pihaknya mengalokasikan 8 tempat menjadi lokasi isoter di Badung. Jika terjadi eskalasi peningkatan kasus, 6 hotel tersebut nantinya akan segera disiagakan. Sebab pihaknya telah menjalin komitmen itu dengan pihak terkait.
Dalam proses karantina, pihaknya mengaku telah mempunyai tim di masing-masing tempat isoter yang di-organizing oleh BPBD. Pihaknya menyiapkan 3 nakes tiap shift per hari yang berjaga 24 jam. Untuk paginya, juga ada dokter yang melakukan pemeriksaan. “Nanti tim dari BPBD dan Satpol PP juga menyiagakan petugas untuk menjaga keamanan. Saat ini kami masih menunggu keputusan nantinya seperti apa teknis di lapangan,” imbuhnya. (BC5)
















