balibercerita.com –
Banjir yang terjadi beberapa hari lalu membawa material sampah ke waduk muara Nusa Dua. Hal ini memicu kerusakan saringan pompa di Intake Instalasi Pengolahan Air (IPA) Estuary milik Perumda Air Minum Tirta Mangutama atau lebih dikenal dengan PDAM Badung.
Kerusakan tersebut berdampak pada suplai air bersih ke sejumlah wilayah di Kecamatan Kuta Selatan. Direktur Teknik Perumda Air Minum Tirta Mangutama, Made Suarsa menjelaskan bahwa banjir yang terjadi memicu saringan pompa intake jebol sehingga kondisi sampah yang terbawa banjir masuk dan menyumbat saluran utama. Hal itu membuat pasokan dari sumber produksi belum bisa berjalan optimal.
“Air di sumber produksi belum optimal karena waduk muara Intake penuh sampah. Saringan sampah jebol sehingga material masuk ke pompa. Jadi, kami melakukan pekerjaan pemulihan akibat dampak banjir,” ujar Suarsa.
Pengerjaan perbaikan telah dilakukan sejak Kamis (18/9), dengan estimasi pekerjaan berlangsung delapan jam, mulai pukul 10.00 Wita hingga 18.00 Wita. Produksi diperkirakan normal kembali pada Sabtu (20/9).
Adapun langkah perbaikan yang dilakukan tim teknis mencakup empat pekerjaan utama yaitu pengurasan bak intake uprating dan eksisting, perbaikan saringan luar dan dalam, perbaikan foot valve pompa intake yang rusak, serta pengecekan menyeluruh kondisi intake dan pintu inlet yang mengalami kebocoran. Selama proses perbaikan, produksi estuary turun sekitar 450 liter per detik sehingga hanya mampu menghasilkan 270 liter per detik.
Gangguan distribusi ini berdampak luas hingga ke kawasan permukiman dan pariwisata. Wilayah terdampak meliputi Jalan Uluwatu Simpangan, Kampus Unud, Puri Gading, Taman Penta, Jalan Mecutan Tujuh, Jalan Balangan, Perumahan Balangan, Pantai Balangan, Desa Ungasan, Desa Kutuh, Jalan Masuka, hingga Desa Pecatu.
Selain itu, pasokan air juga terganggu di sepanjang Jalan By-pass Ngurah Rai dari Tuban hingga Nusa Dua, Kori Nuansa, Taman Giri, Puri Nusa Dua, Siligita, Bualu Indah, Kampial, Raya Kampial, Jalan Srikandi, Jalan Pratama, Tanjung Benoa, hingga kawasan wisata Nusa Dua.
Suarsa memastikan tim teknis perumda terus bekerja di lapangan untuk mempercepat pemulihan. Ia menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dan berharap dampak banjir bisa segera teratasi. (BC5)



















