Ini Perkiraan Musim Hujan di Bali 

Hujan
Infografis peta prakiraan awal musim hujan wilayah Bali tahun 2022/2023. (ist)

Mangupura, balibercerita.com – 

Berdasarkan hasil analisa serta pertimbangan kondisi fisis dan dinamika atmosfer yang dilakukan BMKG, awal musim hujan di Bali tahun 2022/2023 diprakirakan berkisar pada bulan Oktober 2022. Dari 20 Zona Prakiraan Musim (ZOM) yang ada di Bali (ZOM 417 – 436), sebanyak 4 ZOM (20 persen) mengalami awal musim hujan pada September, 8 ZOM (40 persen) pada bulan Oktober, 5 ZOM (25 persen) terjadi pada November, dan 3 ZOM (15 persen) yang memasuki musim hujan pada Desember 2022. Secara umum, sifat musim hujan 2022/2023 pada 20 Zona Musim di Bali diprakirakan dalam kondisi normal.

Menurut Kepala Stasiun Klimatologi Balai Besar MKG Wilayah III Denpasar, Aminudin Al Roniri, sebanyak 4 ZOM awal musim hujan diprakirakan terjadi pada September dasarian I hingga III. Wilayah tersebut meliputi wilayah Tabanan bagian utara, Badung bagian utara, Gianyar bagian utara dan Bangli bagian tengah. Kemudian, Tabanan bagian tengah, Badung bagian tengah dan Gianyar bagian tengah, Bangli bagian selatan, Karangasem bagian selatan, Klungkung bagian utara, serta Jembrana bagian timur dan Tabanan bagian barat.

Sedangkan 8 ZOM awal musim hujan diprakirakan terjadi pada Oktober dasarian II hingga III, yang meliputi wilayah Buleleng bagian selatan, Buleleng bagian tengah dan selatan, Tabanan bagian utara dan Badung bagian utara. Kemudian, Bangli bagian utara dan tengah, Karangasem bagian barat, Bangli bagian selatan, Buleleng bagian tenggara, Tabanan bagian tengah, Gianyar bagian selatan, Badung bagian tengah, Gianyar bagian selatan, Klungkung bagian selatan, Karangasem bagian selatan, sebagian besar Jembrana, Jembrana bagian utara dan Buleleng bagian tengah. 

Baca Juga:   Unud Ingin Bertransformasi Jadi PTN Berbadan Hukum

Selanjutnya, 5 ZOM awal musim hujan diprakirakan terjadi pada November dasarian hingga III, meliputi Badung bagian selatan, Gianyar bagian selatan, Tabanan bagian selatan, Kota Denpasar, Pulau Nusa Penida, Karangasem bagian timur, Karangasem bagian tengah serta Bangli bagian utara dan timur. Kemudian, 3 ZOM awal musim hujan diprakirakan terjadi pada Desember dasarian I hingga II, meliputi Buleleng bagian utara dan timur, Karangasem bagian utara, Jembrana bagian barat dan Buleleng bagian barat. 

“Apabila dibandingkan prakiraan awal musim hujan 2022/2023 dengan rata-rata awal musim hujan periode 1991-2020, sebanyak 9 ZOM (45 persen) di Bali diprakirakan maju (lebih cepat) dari rata-ratanya. Sebanyak 8 ZOM (40 persen) diprakirakan sama dengan rata-ratanya, dan sebanyak 3 ZOM (15 persen) diprakirakan mundur (lebih lambat) dari rata-ratanya,” sebutnya.

Baca Juga:   Bupati Buleleng Pastikan THR Lebaran Cair

Sifat musim hujan 2022/2023 pada 20 Zona Musim di Bali diprakirakan normal pada umumnya. Sebanyak 13 ZOM (65 persen) sifat hujan musim hujan 2022/2023 diprakirakan normal di sebagian besar wilayah Provinsi Bali. Kemudian 7 ZOM (35 persen) sifat hujan musim hujan diprakirakan atas normal, yang meliputi wilayah sebagian besar Jembrana, Tabanan bagian utara, Badung bagian utara, Gianyar bagian utara, Bangli bagian tengah, Karangasem bagian timur, Bangli bagian selatan, Karangasem bagian selatan, Klungkung bagian utara, Gianyar bagian selatan, Klungkung bagian selatan, Karangasem bagian selatan dan Pulau Nusa Penida. 

Untuk puncak musim hujan 2022/2023 di Bali diperkirakan terjadi pada bulan Januari 2023. Dari 20 ZOM yang ada, saat itu ada 14 ZOM atau 70 persen wilayah Bali yang memasuki puncak musim hujan. Diantaranya sebagian besar Jembrana, Jembrana bagian barat dan Buleleng bagian barat, Jembrana bagian utara dan Buleleng bagian tengah, Buleleng bagian selatan, Buleleng bagian utara dan timur, Karangasem bagian utara, Bangli bagian utara dan tengah, Karangasem bagian barat, Bangli bagian selatan, Buleleng bagian tenggara, Bangli bagian utara dan timur, Karangasem bagian timur, Karangasem bagian tengah, Tabanan bagian tengah, Badung bagian tengah dan Gianyar bagian tengah, Tabanan bagian tengah, Gianyar bagian selatan, Badung bagian tengah, Gianyar bagian selatan, Klungkung bagian selatan, Karangasem bagian selatan, Badung bagian selatan, Gianyar bagian selatan, Tabanan bagian selatan, Kota Denpasar dan Pulau Nusa Penida. “Untuk 1 ZOM (5 persen) puncak musim hujan diprakirakan terjadi pada Maret 2023, meliputi wilayah Buleleng bagian utara,” terangnya.

Baca Juga:   Jenazah Membusuk di Tebing Berjenis Kelamin Perempuan

Sementara, 3 ZOM puncak musim hujan lainnya diprakirakan terjadi pada November 2022. Yang meliputi wilayah Jembrana bagian timur dan Tabanan bagian barat, Tabanan bagian utara, Badung bagian utara, Gianyar bagian utara dan Bangli bagian tengah. Buleleng bagian tengah dan selatan, Tabanan bagian utara dan Badung bagian utara. Kemudian, 2 ZOM puncak musim hujan diprakirakan terjadi pada Desember 2022, meliputi wilayah Karangasem bagian barat, Bangli bagian selatan, Karangasem bagian selatan dan Klungkung bagian utara. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini