balibercerita.com –
Empat orang pendaki asal Buleleng yang mengalami kram saat menuruni Gunung Batukaru akhirnya berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat pada Jumat (31/10). Kejadian ini bermula ketika rombongan tersebut turun dari puncak gunung melalui jalur Pura Luhur Taksu Agung pada Kamis (30/10), sekitar pukul 22.00 Wita.
Setelah menempuh perjalanan sekitar tiga jam, beberapa di antara mereka mengalami cedera dan kram pada bagian kaki hingga tak mampu melanjutkan perjalanan turun. “Kami dari Basarnas Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima laporan sekitar pukul 03.00 Wita,” ujar Bayu Arya, Koordinator Lapangan Basarnas Denpasar.
Berdasarkan laporan, para korban diketahui berada pada ketinggian sekitar 1.700 mdpl, di koordinat 8°21’28.82″S – 115°6’43.69″E. Menindaklanjuti laporan tersebut, tujuh personel Basarnas Denpasar langsung diberangkatkan menuju lokasi dengan membawa perlengkapan mountaineering. Tim bergerak dari Kantor Basarnas di Jimbaran dan terus berkoordinasi dengan Polsek Penebel serta pihak terkait di lapangan untuk memantau situasi.
Sekitar pukul 05.10 Wita, tim SAR tiba di Pura Luhur Taksu Agung dan berkoordinasi dengan keluarga korban sebelum memulai perjalanan menuju titik keberadaan para pendaki. Dua jam kemudian, tepatnya sekitar pukul 07.10 Wita, tim gabungan berhasil menemukan keempat korban pada ketinggian 1.320 mdpl.
Seluruh korban segera dievakuasi menuju Pura Luhur Taksu Agung dan tiba dengan selamat sekitar pukul 09.40 Wita. Tidak ada luka serius yang dialami oleh para pendaki, dan setelah mendapatkan penanganan awal, mereka dipulangkan ke rumah masing-masing oleh pihak keluarga.
Operasi pencarian dan pertolongan ini melibatkan unsur Basarnas Denpasar (7 personel), Polsek Penebel (2 personel), BPBD Kabupaten Tabanan, perangkat Desa Jatiluwih (2 orang), serta sejumlah kerabat korban. “Syukurlah semua berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Kondisi cuaca cukup mendukung sehingga proses evakuasi berjalan lancar,” tambah Bayu Arya. (BC5)



















