Mangupura, balibercerita.com –
Sebagai kawasan yang dideklarasikan terbebas dari sampah plastik, panitia pujawali di Pura Luhur Uluwatu menerapkan pendekatan berbeda dalam mengeliminir kantong plastik yang dibawa umat yang ingin bersembahyang. Para pamedek yang membawa banten dengan dibungkus kantong plastik diminta untuk mengganti plastik dengan besek alias keranjang anyaman bambu yang disediakan Desa Adat Pecatu selaku pangemong pura.
Bendesa Adat Pecatu, I Made Sumerta menerangkan, pihaknya menyediakan 1.000 besek gratis bagi umat yang masih menggunakan kantong plastik untuk membawa sarana persembahyangan. Ini merupakan upaya dalam mengurangi penggunaan kantong plastik. Besek disediakan selama pelaksanaan pujawali dan ditempatkan di pos khusus yang berada di pintu masuk kawasan pura.
“Pos itu disiagakan untuk memantau pemedek yang menggunakan kantong plastik untuk ditukar ke besek. Kami juga menyiapkan tim dari pecalang untuk mengingatkan pamedek agar tidak membawa sarana persembahyangan dengan kantong plastik,” ujarnya.
Dipaparkannya, besek disediakan untuk membawa banten menuju ke area pura. Setelah persembahyangan dilaksanakan, besek diharapkan langsung dikembalikan kepada petugas yang standby di pos.
Seiring berjalannya waktu, saat ini kesadaran pamedek untuk mengeliminir sarana yang berbahan plastik saat pujawali mulai meningkat. Hal ini diharapkan terus dapat ditingkatkan untuk menciptakan lingkungan pura tetap bersih dari sampah plastik. Ia juga mengingatkan kepada pemedek agar tidak membawa sarana upacara dengan menggunakan kantong plastik, termasuk tempat tirta berupa kantong plastik. “Kami harap para pamedek yang akan nunas tirta agar membawa tempat tirta dari rumahnya,” imbaunya. (BC5)















