Desa Adat Gelar Sidak, Pastikan Kuta Tetap Aman dan Tertib

0
24
Kuta
Sidak yang dilaksanakan di wilayah Kuta. (ist)

balibercerita.com –
Suasana Kuta mulai ramai oleh wisatawan dan masyarakat yang bersiap menyambut momen pergantian tahun. Untuk menjaga kenyamanan bersama, Desa Adat Kuta bersama sejumlah instansi kembali menggelar sidak pada Minggu (28/12) sore.

Sidak dilakukan bersama DPRD Badung, Satpol PP Badung, Dishub Badung, Polsek Kuta, Koramil Kuta, Camat dan Lurah Kuta, serta unsur desa adat dan keamanan lingkungan. Dalam kegiatan ini, petugas mengamankan ratusan petasan dan kembang api, ratusan botol miras oplosan, atribut ojol ilegal, serta mendata delapan gepeng untuk selanjutnya dibina oleh Satpol PP.

Baca Juga:   Dukung Peningkatan Pelayanan Kepada Maskapai, Bandara Ngurah Rai Bangun MRO

Bendesa Adat Kuta, I Komang Alit Ardana menjelaskan bahwa sidak dilakukan untuk memastikan wilayah tetap aman dan tertib, sekaligus menindaklanjuti arahan terkait larangan penggunaan petasan saat malam pergantian tahun. “Kami ingin menjaga suasana tetap kondusif. Kuta adalah rumah bagi banyak orang dan juga tempat yang dikunjungi wisatawan dari seluruh dunia. Keamanan dan kenyamanan menjadi prioritas kami,” ujarnya pada Senin (29/12).

Baca Juga:   Laki-laki Ditemukan Meninggal di Pantai Legian

Ia menambahkan, penertiban berjalan lancar tanpa ada penolakan dari pedagang maupun masyarakat. Sosialisasi larangan penjualan petasan dan kembang api juga telah dilakukan jauh hari sebelumnya sehingga warga cukup memahami kebijakan tersebut. Selain pedagang petasan, sidak juga menyasar PKL, pengendara ojol yang belum melengkapi syarat, penjual miras ilegal, serta penataan krama tamiu di lingkungan masing-masing.

Barang-barang yang diamankan tidak langsung dimusnahkan. Pemilik dapat mengambil kembali barangnya pada 5–8 Januari dengan syarat membuat surat pernyataan untuk tidak lagi memperjualbelikannya di wilayah Desa Adat Kuta.

Baca Juga:   Selama Operasi Pasar, Harga Bawang Merah dan Cabai Besar Turun

Ke depan, sidak akan tetap dilakukan sesuai kondisi di lapangan. Bendesa mengajak masyarakat agar merayakan tahun baru secara sederhana dan penuh empati, mengingat beberapa wilayah di Indonesia, terutama Sumatera, masih menghadapi bencana.

“Biarlah pergantian tahun ini menjadi momen untuk berdoa dan berharap hal-hal baik. Perayaan tidak harus berlebihan. Yang penting, kita menjaga Kuta tetap aman dan nyaman untuk semua,” tutupnya. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini