Cegah Stunting, Gemarikan Digelar di Desa Selat

0
177
Stunting
Nyonya Rasniathi Adi Arnawa bersama Kadis Perikanan Nyoman Suardana memberikan paket olahan ikan kepada masyarakat potensi stunting, ibu hamil, dan balita, di Desa Selat, Kecamatan Abiansemal. (ist)

Mangupura, balibercerita.com –
Ketua TP PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa bersama Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Badung, I Nyoman Suardana melaksanakan kegiatan penyediaan dan penyaluran bahan baku industri pengolahan ikan dalam satu daerah kabupaten/kota melalui Gemarikan dengan pemberian paket olahan kepada masyarakat potensi stunting, ibu hamil, dan balita. Acara dilaksanakan pada Kamis (22/5), di Desa Selat, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung.

Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) merupakan program pemerintah yang sangat penting dan strategis untuk meningkatkan kecerdasan dan derajat kesehatan masyarakat. Turut hadir pada kegiatan ini, perwakilan Dinas Kesehatan Badung, perwakilan Camat Abiansemal, Perbekel Desa Selat, dan undangan lainnya.

Baca Juga:   Gung Indra Mendaftar Calon Ketua DPD KNPI Bali

Dalam sambutannya, Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan, kegiatan ini merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan status gizi masyarakat dalam rangka mempersiapkan anak-anak bangsa yang cerdas dan berkualitas.

“Saya mengharapkan juga agar ikan bisa menjadi menu utama di setiap keluarga yang ada di Badung, mengingat ikan banyak mengandung zat-zat yang sangat berguna bagi kesehatan tubuh seperti protein, mineral, asam amino, dan terutama omega-3 yang sangat berguna untuk kecerdasan otak terutama bagi anak-anak pada masa pertumbuhan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Badung, I Nyoman Suardana dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini kedua kalinya dilaksanakan setelah terlaksananya di Desa Gulingan. Untuk tahun 2025 kegiatan ini akan dilaksanakan di sepuluh desa/kelurahan di Kabupaten Badung. Ada 162 paket ikan yang akan diserahkan pada kegiatan ini terdiri dari ikan lele, ikan nila, dan abon ikan tuna.

Baca Juga:   AEBF Bahas Upaya Peningkatan Ketahanan Pangan dan Ekonomi Pascapandemi

“Terkait dengan tingkat konsumsi ikan yang ada di Kabupaten Badung sebesar 39,49 kg per kapita per tahun yang artinya secara umum masyarakat Badung mengkonsumsi ikan 39,49 kg per tahun. Terlaksananya kegiatan ini juga bekerja sama dengan kelompok pengolah pemasar untuk penyediaan bahan baku yang ada di Kabupaten Badung yaitu kelompok pengolah pemasar Tunjung Putih, Desa Kekeran,” jelasnya.

Baca Juga:   Bandara Ngurah Rai dan Yogyakarta Sabet Penghargaan Subroto Bidang Efisiensi Energi

Diharapkannya, seluruh masyarakat menyosialisasikan kegiatan ini dan selalu mengkonsumsi ikan sehingga bisa meningkatkan tingkat konsumsi ikan. Melalui program pemberian paket olahan ikan ini, tidak hanya gizi masyarakat yang diperhatikan, tetapi juga semangat untuk mencintai produk perikanan lokal terus ditumbuhkan. Dengan sinergi yang berkelanjutan, Pemkab Badung optimis dapat menjadi daerah yang bebas stunting dan unggul dalam pembangunan sumber daya manusia. (BC13)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini