Bikin Bangga, Desa Pemuteran Raih Penghargaan Dunia Sebagai Best Tourism Village 2025

0
160
Pemuteran
Penyerahan penghargaan untuk Desa Pemuteran sebagai Best Tourism Village 2025. (ist)

balibercerita.com –
Desa Wisata Pemuteran kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional. Desa yang dikenal dengan keindahan alam bawah laut dan pelestarian terumbu karangnya ini berhasil meraih penghargaan Best Tourism Village 2025 dari UN Tourism (UNWTO).

Penghargaan tersebut diumumkan dalam acara Best Tourism Villages by UN Tourism 2025 Ceremony & Third Annual Network Meeting di Huzhou, Tiongkok, pada Jumat (17/10). Dari 300 desa wisata dari 75 negara, Pemuteran berhasil masuk dalam daftar 52 Desa Wisata Terbaik di Dunia.

Baca Juga:   Sirkuit Mandalika Sukses Gelar GT World Challenge Asia 2025

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara masyarakat, pelaku pariwisata, dan pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian alam serta mengembangkan pariwisata berkelanjutan. Pemuteran dinilai unggul karena komitmennya terhadap konservasi laut, terutama dalam menjaga ekosistem terumbu karang yang menjadi daya tarik wisata utama.

Baca Juga:   Samana Resto n Villa Baturiti Tawarkan Tempat Luas dan Nyaman

Kepala Dinas Pariwisata Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara menyebut, prestasi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi daerah dalam peta pariwisata dunia. Upaya pembinaan terhadap desa-desa wisata lain juga terus dilakukan agar dapat mengikuti jejak Pemuteran menuju panggung internasional.

Baca Juga:   Trafik Penumpang Bandara Ngurah Rai Tujuan Lombok Naik 7 Persen Selama MotoGP Mandalika 2025

“Pelestarian alam bawah laut, perawatan terumbu karang, serta kolaborasi antara masyarakat, pengusaha, dan pemerintah menjadi keunggulan Desa Pemuteran dibandingkan desa wisata lainnya,” ujarnya, Minggu (19/10).

Dengan penghargaan ini, Desa Pemuteran resmi bergabung dalam Global Network Best Tourism Villages, membuka peluang promosi global, pertukaran pengalaman, serta pengembangan pariwisata berbasis alam, budaya, dan komunitas lokal. (BC13)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini