balibercerita.com –
Optimisme terhadap pertumbuhan pariwisata Bali pada tahun 2026 tercermin dari masuknya sejumlah permintaan penambahan penerbangan internasional ke Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Permintaan tersebut diajukan oleh beberapa maskapai pada rute-rute internasional yang telah eksisting, seiring meningkatnya minat wisatawan mancanegara berkunjung ke Pulau Dewata.
General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Nugroho Jati mengatakan bahwa setiap pengajuan penambahan penerbangan saat ini tengah dikaji secara cermat dengan mempertimbangkan kapasitas dan kelancaran operasional bandara, terutama pada jam-jam sibuk kedatangan dan keberangkatan.
Menurutnya, pengelola bandara pada prinsipnya terbuka terhadap penambahan frekuensi penerbangan selama tidak menimbulkan kepadatan berlebih. “Permintaan penambahan penerbangan internasional cukup positif. Namun, kami tetap harus memastikan pengaturannya tidak menumpuk pada jam padat. Jika jadwal bisa disesuaikan ke waktu yang lebih longgar, tentu peluang untuk direalisasikan semakin besar,” ucapnya, Selasa (27/1).
Ia mengungkapkan, salah satu pengajuan datang dari rute Turki yang mengusulkan peningkatan frekuensi penerbangan dari empat kali menjadi tujuh kali dalam sepekan. Selain itu, maskapai dari Australia juga mengajukan penambahan rute dan destinasi yang saat ini masih dalam proses evaluasi.
Nugroho menegaskan, selama permintaan tersebut masih berada dalam jam operasional bandara dan tidak mengganggu kelancaran layanan, pihaknya dapat memberikan rekomendasi. Penyesuaian jadwal penerbangan internasional sendiri mengikuti pola musim, yakni winter season dan summer season.
“Saat ini masih dalam periode winter season yang berakhir pada Maret. Memasuki April, biasanya mulai dibahas penyesuaian untuk summer season yang berlangsung dari akhir Maret hingga Oktober. Pola ini menjadi acuan utama dalam pengaturan slot penerbangan internasional,” jelasnya.
Dengan tren permintaan yang terus meningkat, Bandara Ngurah Rai menegaskan komitmennya untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan konektivitas internasional dan kenyamanan operasional, sekaligus mendukung keberlanjutan pariwisata Bali ke depan. (BC5)


















