Bali Masuk 12 Wilayah Alami Hari Tanpa Hujan Terpanjang Tahun 2023, Kecamatan Kubu Tembus 131 Hari

0
467
Hari tanpa hujan
Peta Hari Tanpa Hujan Provinsi Bali. (ist)

Denpasar, balibercerita.com – 

Bali menjadi salah satu dari 12 wilayah yang mengalami daerah kurang hujan terpanjang hingga pertengahan bulan November 2023. Hal ini berdasarkan data monitoring kekeringan meteorologis deret Hari Tanpa Hujan (HTH) BMKG yang di-update 10 November 2023. 

Adapun 12 wilayah yang mengalami HTH lebih dari 2 bulan yaitu Lampung, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku.

Mengacu data yang dirilis Instagram official BMKG, sebanyak 55 daerah di 12 provinsi yang mengalami HTH lebih dari 2 bulan. Wilayah Sumba Timur dan Rote Ndao di Provinsi NTT menjadi wilayah yang paling panjang mengalami hari tanpa hujan berturut-turut sekitar 6 bulan atau tepatnya 197 hari. Disusul Bima NTB selama 195 hari dan Lombok Utara NTB selama 194 hari. 

Baca Juga:   Bluebird Bali Jadi Penyedia Layanan Transportasi Darat Pertama Tuntaskan Vaksinasi Booster 

Sementara, untuk Bali, wilayah yang paling lama mengalami hari tanpa hujan adalah Karangasem dan Kubu selama 131 hari atau lebih dari 4 bulan, Disusul Gerokgak dan Sawan (Buleleng), selama 125 hari atau 4 bulan, Nusa Penida (Klungkung) selama 88 hari atau lebih dari 3 bulan dan Kintamani, Bangli, selama 84 hari atau lebih dari 3 bulan. 

Berkaca dari kondisi itu, BMKG mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis untuk beberapa daerah, pada klasifikasi awas untuk dua dasarian ke depan. Dari 4.227 pos pengamatan hujan di Indonesia, hari tanpa hujan paling ekstrem terjadi di 284 lokasi atau sebanyak 6,72 persen. 

Baca Juga:   Terseret Arus Dam Peraupan, Pekerja PDAM Denpasar Ditemukan Tewas di Pantai Padanggalak

Sementara, dalam kategori sangat panjang terjadi di 90 lokasi atau 2,13 persen, kategori panjang sebanyak 52 lokasi atau 1,23 persen, kategori menengah 84 lokasi atau 1,99 persen, kategori pendek 393 lokasi atau 9,30 persen, kategori sangat pendek 2.225 lokasi atau 53,35 persen, dan masih ada hujan sebanyak 1.069 lokasi atau 25,29 persen. Saat ini baru 13 persen wilayah masuk musim hujan. 

Untuk diketahui, HTH merupakan hari tidak terjadi hujan atau curah hujan kurang dari 1 milimeter. HTH dihitung secara berturut-turut dengan analisa ke belakang sejak hari pengamatan terakhir sampai didapati hari hujan terakhir yang mencapai minimal 1 milimeter.

Baca Juga:   Pertamina Patra Niaga Kembangkan Program Skizopreneur, Luncurkan Usaha Cuci Motor Salju untuk ODS di Denpasar

Adapun kriteria yang digunakan dalam penyusunan peta monitoring HTH diantaranya, kategori sangat pendek dengan 1 sampai 5 HTH, kategori pendek dengan 6 hingga 10 HTH, kategori menengah 11 sampai 20 HTH, kategori panjang dengan 21 hingga 30 HTH, kategori sangat panjang 31 sampai 60 HTH, dan kategori kekeringan ekstrem lebih dari 60 HTH. 

Penghitungan update data HTH dilakukan secara berkala setiap 1 dasarian. Sepanjang dasarian I tahun 2020 sampai saat ini, HTH terpanjang terpantau di Pos Hujan Sape, Kabupaten Bima yang sepanjang 255 hari. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini