Amankan Perayaan Nyepi, Pacalang Diharapkan Jaga Adat dan Kerukunan Antarumat Beragama

0
11
Pacalang Nyepi
Gubernur Koster saat menyapa para pacalang. (ist)

balibercerita.com –
Pacalang di Bali diharapkan memantapkan kesiapsiagaan dalam mengamankan rangkaian hari suci Nyepi Tahun Saka 1948 yang bersamaan dengan malam takbiran Idul Fitri 1447 Hijriah. “Momentum ini harus memperkuat tekad pacalang dalam menjaga adat, tradisi, seni, budaya, serta kerukunan antarumat beragama di Bali,” ujar Gubernur Bali, Wayan Koster pada Gelar Agung Pacalang, di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Renon, Sabtu (7/3).

Kegiatan itu diikuti belasan ribu pacalang dari sekitar 1.500 desa adat di Bali. Kegiatan ini mengusung tema “Sarana Nincapang Kasukretan Jagat Bali Niskala-Sakala”. Gubernur Koster yang bertindak sebagai Manggala Utama Gelar Agung Pacalang Bali menegaskan, kegiatan apel agung ini menjadi ajang konsolidasi pecalang se-Bali untuk memperkuat sinergi dengan aparat keamanan negara dalam menjaga ketertiban masyarakat, khususnya saat Nyepi yang berdekatan dengan malam takbiran.

Baca Juga:   Rumah Panggung di Pinggir Tukad Mati Legian Bakal Dibongkar

“Momentum ini sekaligus memperkuat tekad pacalang untuk menjaga adat, tradisi, seni, budaya, dan kearifan lokal Bali serta merawat kerukunan antarumat beragama,” tegas Koster.

Pacalang memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan Bali berbasis desa adat. Keberadaan mereka menjadi bagian dari sistem pengamanan terpadu yang melibatkan masyarakat adat serta aparat negara.

Baca Juga:   Jembrana Raih Paritrana Award 2025, Bukti Komitmen Lindungi Pekerja

Penguatan sistem keamanan ini diwujudkan melalui kebijakan Sistem Pengamanan Lingkungan Terpadu Berbasis Desa Adat (Sipandu Beradat) yang diatur dalam Peraturan Gubernur Bali. Melalui sistem tersebut, pengamanan Bali dilakukan secara terintegrasi antara pecalang, aparat desa adat, serta aparat keamanan negara seperti TNI dan Polri.

Baca Juga:   Tak Jera Meski Ada Larangan, Truk Pasir Kembali Terguling di Tanjakan Goa Gong

Dalam konteks tersebut, pecalang diharapkan terus meningkatkan kapasitas dan profesionalitasnya, termasuk memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung sistem pemantauan keamanan secara real time serta penanganan keadaan darurat. “Pacalang Bali memiliki peran strategis dalam menjaga kasukretan desa adat serta menjaga ketertiban dan keamanan krama Bali maupun wisatawan,” tegasnya. (BC18)