Mangupura, balibercerita.com –
PT Angkasa Pura I melakukan pekerjaan overlay atau pelapisan ulang pada landasan pacu (runway) Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Langkah ini diambil menyusul tingginya tingkat pergerakan pesawat di bandara tersebut sepanjang tahun 2024, yang menjadikannya sebagai bandara tersibuk kedua di Indonesia, dengan total 142 ribu pergerakan penerbangan atau rata-rata 388 pergerakan pesawat per hari.
Selain volume penerbangan yang tinggi, saat ini Bandara Ngurah Rai juga melayani pesawat berbadan besar seperti Boeing 777-300ER (B773ER) dan Airbus A380-800 (A388), yang memerlukan landasan pacu dengan kekuatan dan keandalan tinggi.
General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ahmad Syaugi Shahab menjelaskan bahwa overlay dilakukan untuk memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan. Proses ini mencakup pelapisan ulang seluruh permukaan runway sepanjang 3.000 meter dengan lebar 45 meter.
“Overlay merupakan bagian dari program pemeliharaan infrastruktur bandara untuk menjaga kekuatan struktur runway. Saat proses lepas landas maupun pendaratan, diperlukan permukaan yang rata, kokoh, dan memiliki daya dukung sesuai standar keselamatan penerbangan,” jelasnya saat ditemui pada Selasa (15/7).
Menurut Ahmad, overlay runway merupakan kelanjutan dari program peningkatan fasilitas sisi udara setelah dua tahun terakhir pihak bandara fokus pada revitalisasi sisi darat. Peningkatan di sisi darat meliputi renovasi terminal, penataan akses jalan di dalam kawasan bandara, hingga pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO).
Pengerjaan overlay direncanakan berlangsung selama 10 bulan dengan menggunakan metode pelapisan ulang (lapis tambah). Sebelumnya, pihak bandara telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi struktur runway.
“Bandara Ngurah Rai saat ini menjadi satu-satunya bandara di Indonesia yang secara rutin melayani penerbangan dengan pesawat Airbus A380, pesawat penumpang terbesar di dunia. Dengan semakin tingginya trafik penerbangan internasional serta penggunaan pesawat berbadan besar, kami perlu memastikan bahwa runway memiliki ketahanan terhadap suhu tinggi dan beban lintasan berat,” lanjutnya.
Untuk memastikan operasional penerbangan tetap berjalan aman dan lancar selama masa pekerjaan, pihak manajemen telah berkoordinasi dengan AirNav Indonesia cabang Denpasar dan seluruh maskapai yang beroperasi.
Bandara juga telah menerbitkan notice to airmen (notam) mengenai penutupan sementara runway, yang akan diberlakukan setiap hari mulai pukul 02.00 WITA hingga 07.00 WITA selama masa pengerjaan berlangsung.
“Dengan adanya penutupan ini, kami telah meminta maskapai untuk menyesuaikan jadwal penerbangan mereka. Keselamatan penerbangan adalah prioritas utama yang wajib dipenuhi, dan hal ini memerlukan dukungan dari seluruh pihak yang terlibat di bandara,” pungkas Ahmad. (BC5)
















