Operasi SAR Korban Banjir Bali Resmi Dihentikan, Empat Orang Masih Hilang

0
159
Banjir Bali
Tim SAR gabungan saat melakukan pencarian, Kamis (18/9). (ist)

balibercerita.com –
Setelah tujuh hari pencarian tanpa hasil, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar secara resmi menghentikan operasi SAR terhadap seluruh korban banjir di Bali. Penghentian itu disampaikan Kepala Kantor SAR Denpasar, I Nyoman Sidakarya, S.H., selaku SAR Mission Coordinator, pada Kamis (18/9) sore.

Menurut Sidakarya, penghentian pencarian telah sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan. “Dapat kami sampaikan bahwa hingga hari ini jumlah korban meninggal akibat bencana banjir yang melanda Pulau Bali adalah sebanyak 18 orang, sedangkan yang masih belum ditemukan sebanyak empat orang,” ungkap Sidakarya.

Baca Juga:   Tingkatkan Kesolidan Dalam Penanganan Kebencanaan, BPBD Badung Silaturahmi Dengan Basarnas Bali 

Ia menjelaskan, selama tujuh hari pencarian di wilayah Badung, tim SAR gabungan telah dikerahkan secara maksimal, mulai dari penyisiran sungai hingga penggunaan perahu karet. Namun, setelah dilakukan evaluasi, tidak ada tanda-tanda keberadaan korban yang tersisa.

“Setelah kita evaluasi beberapa hari dan tidak ada tanda korban ditemukan, maka hari ini upaya pencarian dengan mengerahkan unsur SAR gabungan dan pengerahan alut kita hentikan,” tegasnya di hadapan media.

Baca Juga:   Musim Hujan Datang, Waspadai Virus RSV yang Sering Disangka Flu Biasa

Meski operasi besar-besaran dihentikan, Sidakarya menegaskan bahwa upaya pencarian tidak sepenuhnya berakhir. Pencarian akan digantikan dengan pemantauan berkelanjutan yang sudah dikoordinasikan dengan unsur SAR di wilayah Kabupaten Badung. Sementara itu, pemantauan juga dilakukan terhadap satu korban yang masih belum ditemukan di Kota Denpasar.

Baca Juga:   Tertimbun Reruntuhan Saat Banjir Terjang Buleleng, Mahasiswa 20 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia

Banjir yang melanda Bali tidak hanya menelan korban jiwa, tetapi juga menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat, mulai dari kerusakan infrastruktur, kehilangan tempat tinggal, kerugian materi, hingga dampak psikologis.

“Atas nama kemanusiaan, saya mengucapkan duka cita yang mendalam kepada seluruh keluarga korban, sekaligus terima kasih kepada seluruh tim SAR gabungan yang terlibat atas kerja keras dan dedikasinya,” tutup Sidakarya. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini