Dugaan pembuangan air limbah ke saluran drainase di sekitar Pantai Berawa, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, mendapat perhatian dari Kementerian Lingkungan Hidup (LH). Tim dari pemerintah pusat bahkan telah mendatangi lokasi untuk mengambil sampel air yang mengalir pada saluran tersebut.
Sampel yang diambil kemudian dibawa untuk menjalani pemeriksaan di laboratorium. Pengujian dilakukan untuk mengetahui kualitas serta kandungan air pada drainase, termasuk memastikan apakah aliran tersebut berkaitan dengan buangan dari instalasi pengolahan air limbah (ipal). Hingga kini, hasil pemeriksaan sampel tersebut belum diketahui.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung, Ni Made Rai Warastuthi membenarkan adanya pemeriksaan langsung dari tim Kementerian LH di kawasan tersebut. “Sudah turun tim dari Kementerian LH. Ya, baru-baru ini mereka cek di sana,” ujar Rai Warastuthi, Selasa (6/10).
Menurutnya, kedatangan tim pemerintah pusat berkaitan dengan laporan dugaan pembuangan limbah oleh salah satu kegiatan usaha di sekitar lokasi. Pemeriksaan juga menyangkut aspek perizinan dan aktivitas usaha yang berlangsung di kawasan tersebut.
Ia menjelaskan, sejumlah aspek terkait dokumen lingkungan dan ketentuan teknis perusahaan menjadi bagian dari kewenangan pemerintah pusat. Sementara itu, DLHK Badung menjalankan fungsi pengawasan sesuai kewenangan yang dimiliki, terutama dari sisi administratif.
Dengan pemeriksaan laboratorium tersebut, kualitas air di saluran drainase diharapkan dapat diketahui secara lebih jelas. Hasilnya juga nantinya dapat membantu memastikan sumber serta karakteristik limbah yang sebelumnya dikeluhkan masyarakat.
Di sisi lain, DLHK Badung saat ini tengah memprioritaskan penanganan persoalan lain, yakni dugaan pembuangan limbah dari sejumlah TPS 3R ke aliran sungai. Untuk persoalan di Pantai Berawa, penanganannya telah ditindaklanjuti oleh pemerintah pusat.
“Kalau kami hanya fokus untuk beberapa TPS 3R yang sempat dikeluhkan karena buang limbah ke aliran sungai. Jadi, kalau soal yang di Pantai Berawa sudah ditindaklanjuti pusat, tapi hasilnya belum tahu,” terangnya. (BC9)
















