Hari Kedua Operasi SAR, Empat Jenazah Korban Banjir Ditemukan di Muara Tukad Badung

0
192
Banjir
Tim SAR gabungan melakukan proses evakuasi jenazah korban banjir. (ist)

balibercerita.com –
Gubernur Bali telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Banjir sejak Rabu (10/9), pukul 22.00 Wita, menyusul banjir besar yang melanda sejumlah wilayah. Sesuai prosedur, koordinasi penanganan bencana dilakukan oleh BNPB, sementara Basarnas bersama unsur SAR lainnya fokus pada pencarian dan evakuasi korban.

Memasuki hari kedua operasi, Kamis (11/9), pencarian difokuskan di sepanjang alur Tukad Badung hingga muaranya di Waduk Tukad Badung. Area Pasar Badung Kumbasari sendiri telah lebih dulu ditangani unsur SAR lain.

Baca Juga:   Pembangunan Infrastruktur Belum Cukup, Lonjakan Kendaraan di Badung Picu Wacana Pembatasan

Sekitar pukul 07.59 Wita, tim SAR gabungan menerima laporan nelayan terkait penemuan dua jenazah di rawa-rawa muara Tukad Badung. Tim segera menuju lokasi dan melakukan evakuasi. Selang beberapa waktu, satu jenazah lagi terlihat dan berhasil dievakuasi.

Kemudian pada pukul 09.40 Wita, satu jenazah tambahan ditemukan di area yang sama. Dengan demikian, empat korban perempuan ditemukan di lokasi tersebut. Seluruh jenazah dievakuasi menggunakan ambulans Al Mandiri, BPBD, dan Namru, lalu dibawa ke RS Prof. Ngoerah untuk proses identifikasi.

Baca Juga:   Bupati dan Wabup Badung Turun Langsung Awasi Kos-kosan yang Ditempati WNA

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya menjelaskan, salah satu korban ditemukan membawa tas kecil berisi kartu koperasi simpan pinjam atas nama Nyoman Sari. Namun, identitas korban lainnya masih menunggu konfirmasi resmi dari pihak rumah sakit. “Untuk identitas, kami menunggu hasil dari RS Prof Ngoerah, guna menghindari informasi yang simpang siur,” jelasnya.

Baca Juga:   Bupati Adi Arnawa Sosialisasikan Penataan Taman dan Sentra Kompos Desa Sangeh

Pencarian kemudian dilanjutkan dengan sorti pertama sekitar pukul 11.00 Wita, menggunakan lima unit kano milik nelayan, melibatkan 10 personel SAR. Tim menyisir rawa-rawa hingga perairan dekat Benoa. Namun hingga pukul 12.35 Wita, hasil penyisiran masih nihil.

Operasi SAR gabungan akan terus dilanjutkan dengan menyisir area rawan genangan dan aliran sungai untuk memastikan tidak ada korban lain yang tertinggal. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini