
Negara, balibercerita.com —
Memasuki hari kedua pencarian korban tenggelamnya kapal KMP Tunu Pratama Jaya di Perairan Selat Bali pada Jumat (4/7), petugas gabungan belum menemukan tanda keberadaan korban lainnya. Sampai saat ini jumlah korban yang ditemukan tercatat 6 orang meninggal dunia dan 29 orang selamat, sedangkan 30 orang korban lainnya masih dalam pencarian.
Pada hari kedua, Basarnas melakukan pemantauan udara. Baik dengan heli basarnas maupun air bali. Basarnas juga masih tetap menerjunkan alut laut yang sama dengan hari Kamis kemarin, yaitu 2 unit RIB KN SAR Arjuna dan KN SAR Permadi.
Sebelumnya, Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit mengungkapkan bahwa sejumlah korban selamat dari insiden tenggelamnya kapal KMP Tunu Pratama Jaya telah berhasil ditemukan di sekitar perairan Gilimanuk. Para korban yang selamat ditemukan dalam kondisi berbeda, ada yang menggunakan sekoci, dan sebagian terdampar di pantai dengan mengenakan jaket pelampung. “Hampir seluruh titik penemuan korban berada di sekitar perairan Gilimanuk,” ujar Nanang.
Ia menjelaskan bahwa lokasi penemuan korban meninggal dunia tersebar, dengan sebagian ditemukan berdekatan dan lainnya cukup berjauhan akibat pengaruh arus laut dan gelombang. Dalam enam jam pertama setelah kejadian, pola pencarian dipusatkan dalam radius enam mil laut dari titik tenggelamnya kapal. Namun, karena penemuan korban di area yang lebih jauh, pencarian diperluas.
“Ada pergeseran karena arus dan gelombang. Saat ini kami fokus pada pencarian di permukaan laut. Karena kapal tenggelam dalam kondisi penuh, ada kemungkinan korban masih berada di dalam kapal,” jelasnya.
Para korban selamat telah dievakuasi dan dikumpulkan di Pelabuhan ASDP Gilimanuk. Beberapa dari mereka sempat menjalani perawatan dan kemudian dipulangkan ke ASDP setelah kondisinya membaik.
Direktur RSUD Negara, dr. Ni Putu Eka Indrawati, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiagakan posko bencana 24 jam, bekerja sama dengan BPBD, Polres, dan Jasa Raharja. “UGD dan ruang jenazah kami siaga penuh untuk menangani situasi darurat ini,” ungkapnya.
Tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, serta unsur masyarakat masih terus melakukan upaya pencarian. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap mengikuti perkembangan dari sumber resmi. (BC5)
















