Mangupura, balibercerita.com –
Selain Pantai Pandawa dan Pantai Timbis yang sudah familiar di mata wisatawan, Desa Kutuh memiliki satu pantai lagi yang tak kalah menarik dikunjungi. Namanya, Pantai Gunung Payung.
Berlokasi bersebelahan dengan Pantai Pandawa, tempat ini seolah terintegrasi dengan jalan setapak bernama Pura Walk. Selain menghubungkan Pantai Pandawa dan Pantai Gunung Payung, jalan ini juga menghubungkan Pura Gunung Payung dengan Pura Melangkaje.
Seperti namanya, pantai ini berada di kawasan Pura Gunung Payung. Pura ini menjadi jejak perjalanan Dang Hyang Nirartha, seorang brahmana suci dari Jawa yang datang membawa misi kerohanian ke Bali. Hal ini membuat DTW ini kental dengan nafas religi dan nilai spiritual. Dengan tata pertamanan yang begitu asri dan sejuk, membuat tempat ini memiliki landskap hijau yang memikat.
Daya tarik Pantai Gunung Payung kawasan yang memiliki pantai dengan keindahan alamnya yang masih alami, pasir putih yang lembut, air laut biru jernih, dan ombak yang tenang. Pantai ini terletak di balik tebing-tebing tinggi, sehingga tidak terlalu ramai dikunjungi.
Untuk mencapai pantai, pengunjung harus menuruni sekitar 300 anak tangga. Tangga ini telah diperbaharui dan dipercantik dengan ditambah handrail atau railing tangga untuk menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan. “Kami pakai kayu pohon yang alami sehingga menyatu dengan alam. Pohon juga rindang sehingga adem. Jadi orang suka jalan kaki,” ucap Direktur Utama BUMDA Kutuh, Ni Luh Hepi Wiradani.
Pantai ini menjadi alternatif bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana baru ketika bosan ke Pantai Pandawa. Setiap momen liburan, sekitar 800 pengunjung berkunjung. Minat wisatawan ke Pantai Gunung Payung tiap tahunnya meningkat seiring dengan long weekend.
Saat weekdays (hari kerja) kunjungan wisatawan berkisar di angka 200 pengunjung. “Kami masih menyediakan dua shuttle untuk wisatawan yang ingin berkunjung ke Pantai Gunung Payung dari Pantai Pandawa, tetapi sekarang wisatawan lebih banyak memilih untuk berjalan kaki,” imbuhnya.
Selain pantai, di sini Anda dapat melihat amphitheater desa Kutuh yang diberi nama Amphitheater Tedung Jagat, Gunung Payung Cultural Park. Tempat ini menjadi tempat pertunjukan seni maupun acara-acara event jamuan lainnya dengan konsep terbuka.
Di tempat ini juga hidup kawanan kera yang menambah daya tarik kawasan. Terdapat pula lapangan sepakbola dengan rumput bertaraf internasional yang pernah dikunjungi Presiden Joko Widodo. Di sini juga ada lapangan golf yang dikelola oleh Pandawa Golf. (BC5)














