Denpasar, balibercerita.com –
Aktivitas nelayan dan pelayaran di sekitar perairan Bali berpotensi terganggu akibat gelombang laut tinggi yang diperkirakan mencapai hingga 2,5 meter. Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar memperingatkan bahwa kondisi ini berlangsung selama periode 7 Juni hingga 10 Juni 2025.
Kepala BBMKG Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho menyampaikan bahwa gelombang laut tinggi diperkirakan terjadi di perairan selatan Bali, Selat Badung, Selat Lombok bagian selatan, serta perairan selatan Pulau Bali. Kecepatan angin di wilayah perairan Bali mencapai 20 knot dengan potensi gelombang mulai 1,25 meter hingga 2,5 meter.
Ia menyarankan para nelayan kecil agar menunda pelayaran bila kecepatan angin sudah mencapai 15 knot, karena risiko kecelakaan laut meningkat drastis. “Keselamatan menjadi prioritas. Kami imbau nelayan dan operator kapal lebih waspada terhadap gelombang tinggi, terutama di perairan selatan Bali,” ujarnya.
Selain gelombang tinggi, cuaca ekstrem juga masih membayangi beberapa wilayah di Bali. Hujan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan melanda wilayah Gianyar, Karangasem, Klungkung, Bangli, dan Buleleng sepanjang akhir pekan.
BMKG mengingatkan potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan pohon tumbang bisa terjadi akibat cuaca ini. Cahyo pun menegaskan pentingnya masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG. “Kami berharap masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rawan bencana dan pesisir, tidak mengabaikan peringatan ini,” imbuhnya. (BC5)
















