Sambut Kedatangan Wisatawan Tiongkok, Disperindag Denpasar Kurasi Produk UMKM

0
281
Tiongkok
Pelaksanaan kurasi produk UMKM di Denpasar jelang kedatangan wisatawan Tiongkok. (ist)

Denpasar, balibercerita.com –

Produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) memiliki pasar cukup potensial di sektor pariwisata. Produk kerajinan cukup dicari, terlebih untuk pasar Tiongkok. Untuk itu, pelaku UMKM pun bersiap menangkap peluang ini. 

Ada sekitar enam puluhan UMKM mengikuti kurasi dari Discovery Shopping Mall yang menjadi salah satu mall penjual oleh-oleh di Bali. Direktur di CV Palm Bali Gift Shop, Discovery Shopping Mall, Evi Murlan Gunardi mengatakan, Tiongkok menjadi pembeli terbesar di tempatnya sebelum pandemi Covid-19. Menyambut kedatangan wisatawan Tiongkok pascadibukanya kembali border negara tersebut, pihaknya mengaku telah mulai menjajaki kembali UKM. 

Baca Juga:   Dampingi Bupati, Ketua DPRD Badung Anom Gumanti Hadiri Pisah Sambut Kapolresta Denpasar

“Kami buru-buru mengajak UKM karena tanggal 12 nanti mau buka. Jadi begitu mereka (wisatawan Tiongkok) datang, kami sudah siap,” kata Evi saat pelaksanaan kurasi, Kamis (2/2).

Lebib lanjut dia mengatakan, produk UKM memang luar biasa, sehingga merangkul UKM menjadi pilihan. Terutama untuk jenis kerajinan, dikatakannya, menjadi produk yang paling dicari oleh Wisatawan Tiongkok. “Biasanya yang ada tulisan atau kesan Balinya itu paling laris, karena mencirikan dari mana asal produk itu,” terangnya.

Baca Juga:   Hujan Deras Picu Air Bah, Remaja 14 Tahun Hanyut di Sungai Abiansemal

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar, Ni Nyoman Sri Utari mengatakan, ini tentu menjadi peluang emas bagi UKM untuk mempromosikan produknya lebih luas lagi. Terlebih setelah hampir 3 tahun produk UKM tidak ada peluang mempromosikan produk secara offline karena terhalang pandemi Covid-19. 

Baca Juga:   Pengendara Motor Terseret Arus Sungai di Buleleng, Tim SAR Lakukan Pencarian

Menurutnya, meski ada alternatif promosi pada teknologi digital, promosi offline masih menjadi kebutuhan, mengingat konsumen ingin melihat keunggulan produk secara langsung. (BC17)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini