Yoga, Wisata Wellness yang Belum Digarap Maksimal

0
300
Yoga
Yoga yang dilaksanakan di Pantai Sanur. (ist)

Denpasar, balibercerita.com – 

Keindahan sunrise di Pantai Sanur menjadi tempat yang cocok untuk merenung dan menenangkan diri. Tidak heran jika tempat tersebut banyak dipakai oleh para penekun yoga untuk bermeditasi dan melaksanakan olah napas, pikiran, dan tubuh. Hal ini merupakan bagian dari pariwisata wellness. 

Sejak Sanur Village Festival diselenggarakan untuk pertama kali, yoga di Pantai Sanur menjadi event yang selalu menjadi daya tarik tersendiri. Sayangnya, potensi tersebut kurang mendapatkan perhatian serius pemerintah. Padahal konsep wellness merupakan penguatan konsep pariwisata berbasis budaya, yang tentunya sangat potensial untuk dikembangkan di Bali. Terlebih saat ini yoga telah menjadi bagian dari gaya hidup modern, sehingga memiliki potensi besar untuk digarap sebagai destinasi pariwisata.

Baca Juga:   Jelang MotoGP, Garuda Buka Penerbangan Surabaya-Lombok

Menurut salah satu pendiri yayasan Seger Oger Foundation, Ida Bagus Made Candi, yoga merupakan olah raga yang kini banyak digemari masyarakat dari berbagai kalangan umur. Hal itu menjadikan yoga semakin populer dan familiar di masyarakat. Bagi Bali sendiri, yoga merupakan bentuk penguatan pariwisata Bali yang berbasis budaya. Sebab hal ini terkait dengan konsep wellness, yang tentunya membuat wisatawan akan semakin senang berwisata ke Bali. “Animo masyarakat maupun wisatawan kini sangat antusias untuk yoga. Ini sudah saya perkirakan sejak 10 tahun yang lalu,” ucapnya.

Bali sebagai destinasi pariwisata dinilainya memiliki peluang sangat besar mengelola praktek yoga sebagai konsep wisata wellness. Pantai Sanur dan yoga menjadi salah satu hal yang sangat cocok dan saling melengkapi dalam menjabarkan konsep itu. Hal itu dibuktikan dengan keberadaan Yoga Seger Oger yang berbasis di Pantai Sanur, yang kini terus berkembang ke berbagai pusat-pusat pelatihan yoga di daerah Bali. Hal itu semakin masif, saat pandemi Covid-19 melanda.

Baca Juga:   Gus Bota Hadiri Pujawali di Pura Desa, Desa Adat Tiyingan

Sayangnya pemerintah maupun masyarakat Bali kurang peka akan potensi itu sehingga cukup banyak orang luar yang memanfaatkannya dengan mendirikan yoga training center di Bali. Dampaknya, selain izin praktik usaha tersebut yang masih dipertanyakan, mereka juga menerapkan biaya cukup tinggi kepada orang yang ingin belajar yoga. “Sekarang justru jualan yoga berlabel Bali banyak dimanfaatkan pengelola asing yang tanda kutip izinnya belum ada atau ilegal di Bali. Mereka mencari cuan di sini, paketnya mahal sekali,” bebernya.

Baca Juga:   DTW Waterblow Masih Tutup, Perbaikan Loket dan Penataan Ulang Gerbang Jadi Fokus

Untuk itu ia berharap pemerintah dan instansi terkait dapat menjadikan hal itu menjadi perhatian serius. Sebab jika hal itu terus dibiarkan, maka citra pariwisata bisa tercoreng dan potensi yang dimiliki Bali bisa dikelola orang asing. Ia mendorong pemerintah untuk menertibkan praktik yoga ilegal dan menjerat dengan biaya yang cukup tinggi. Ia juga mengajak seluruh penekun yoga di Bali untuk bersatu saling mendukung, serta mendorong agar konsep wisata wellness bisa dikemas dengan baik. Sebab di Bali sendiri juga memiliki guru yoga yang kompeten. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini