Beranda Umum Pascalongsor di Pelaga Eco Park, Bupati Adi Arnawa Minta Pelaku Usaha Waspadai...

Pascalongsor di Pelaga Eco Park, Bupati Adi Arnawa Minta Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Bencana Alam

0
Longsor di Pelaga
Bupati Badung, Adi Arnawa saat diwawancarai usai rapat paripurna DPRD Badung, Kamis (5/11). (ist)

balibercerita.com –
Tragedi tanah longsor yang menimpa area glamping di Pelaga Eco Park, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung, pada Minggu malam (1/11) lalu, membuka babak baru terkait tata kelola dan perizinan pariwisata di kawasan utara Kabupaten Badung. Insiden yang memicu hilangnya dua orang pengunjung akibat timbunan material longsor ini mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, mengungkapkan bahwa berdasarkan koordinasi pihaknya dengan Dinas Pariwisata (Disparda) Badung, pengelola destinasi wisata alam tersebut tercatat baru mengantongi nomor induk berusaha (NIB). Kawasan itu sendiri dimanfaatkan untuk fasilitas glamping (kemah mewah) dengan struktur bangunan yang bersifat semi-permanen.

Baca Juga:   Sekda Adi Arnawa Hadiri HUT ke-19 ST Prana Sukma

“Yang jelas, dari hasil koordinasi kami dengan pihak Disparda, yang bersangkutan sudah memiliki nomor induk berusaha, sudah memiliki,” ujar Bupati Adi Arnawa usai menghadiri rapat paripurna DPRD Badung, Kamis (5/11).

Meski demikian, bencana yang dipicu oleh tingginya curah hujan ini menjadi alarm keras bagi keselamatan wisatawan maupun pengelola. Longsor dilaporkan menerjang area glamping yang terletak di bagian bawah kawasan, yang hingga kini proses penanganan serta pencarian korban masih menjadi fokus utama.

Baca Juga:   Aktivitas Penerbangan Bandara Ngurah Rai Tetap Normal Pascaerupsi Gunung Lewotobi Laki-laki

Melihat kontur geografis Badung Utara yang rawan pergerakan tanah, Bupati Adi Arnawa secara tegas mengimbau seluruh pelaku usaha pariwisata di wilayah tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan dini, terutama memasuki musim hujan ekstrem. Mitigasi bencana dinilai menjadi kunci utama guna mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.

“Saya juga sudah mengimbau kepada pelaku usaha di sana untuk berhati-hati, terutama menghadapi kondisi turunnya musim hujan ini, agar segera sedini mungkin melakukan mitigasi-mitigasi sehingga nanti jangan sampai kejadian seperti ini akan terulang lagi,” tegasnya.

Baca Juga:   Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Sapu 70 Penghargaan di ENSIA 2025

Imbauan ini juga ditujukan secara luas kepada masyarakat Badung Utara mengingat potensi tanah longsor yang cukup tinggi di kawasan perbukitan tersebut. Pemerintah Kabupaten Badung berharap insiden ini menjadi evaluasi serius bagi seluruh pengelola destinasi wisata berbasis alam (ecotourism) di wilayah rawan longsor agar menomorsatukan aspek keselamatan wisatawan di samping kelengkapan perizinan usaha. (BC18)