Beranda Internasional Konferensi Mutu Internasional APQO 2026 Perkuat Kolaborasi Produktivitas Lintas Negara

Konferensi Mutu Internasional APQO 2026 Perkuat Kolaborasi Produktivitas Lintas Negara

0
APQO
APQO-IC 2026 resmi dibuka pada Senin (26/10), di Prime Plaza, Sanur. (ist)

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

balibercerita.com –
Gelaran 31st APQO International Conference (APQO-IC) 2026 resmi dibuka pada Senin (26/10), di Prime Plaza, Sanur, Bali. Konferensi tahunan bertaraf internasional yang mempertemukan para pakar, praktisi, dan pimpinan organisasi se-kawasan Asia-Pasifik ini dijadwalkan berlangsung hingga Kamis (29/10), dengan fokus utama memperkuat kolaborasi produktivitas lintas negara.

Mengusung tema “Intelligence Innovation for Sustainable Impact”, perhelatan edisi ke-31 ini diselenggarakan oleh Indonesia Quality and Productivity Management Association (IQPMA) yang kembali dipercaya untuk ketiga kalinya sebagai tuan rumah, berkolaborasi dengan Wahana Kendali Mutu (WKM).

Ketua Bidang Luar Negeri IQPMA sekaligus VP Administrasi APQO, Damayanti, S.E., M.M., menyampaikan bahwa keterwakilan antarnegara dalam forum tahun ini sangat solid, mencerminkan komitmen bersama dalam membangun kemitraan mutu tingkat global. “Konferensi tahun ini dihadiri oleh sekitar 550 peserta dari 14 negara, di antaranya Indonesia, Thailand, Malaysia, Selandia Baru, Fiji, Sri Lanka, Australia, India, Filipina, Rusia, Amerika Serikat, Singapura, dan Tiongkok,” kata Damayanti.

Baca Juga:   Sekda Adi Arnawa Terima Draft Peraturan Bupati Badung Tentang Program KBS

Sementara itu, Ketua Penyelenggara 31st APQO-IC 2026, Ir. Budihartono, M.Sc., menjelaskan bahwa forum ini menjadi wadah strategis bagi negara-negara anggota untuk saling berbagi pengetahuan, pengalaman, serta praktik terbaik (best practices) di bidang mutu dan inovasi. “Melalui berbagai kegiatan, mulai dari keynote speaker, special lecture, best practice sharing session, kompetisi ACE (award contributing to excellence) team, hingga penganugerahan GPEA, AIC, AIBP, dan AIIA, peserta tidak hanya memperoleh wawasan dan pengakuan atas pencapaiannya, tetapi juga kesempatan membangun jejaring dan kolaborasi internasional,” ujar Budihartono.

Baca Juga:   Raih Nomor Urut 1, Penggerak Pertanian Organik MANTAP Bertarung di Pilkel Pejeng

Budihartono menekankan pentingnya sinergi antar-organisasi agar hasil dari konferensi ini tidak berhenti di ruang diskusi saja. “Kami berharap berbagai praktik terbaik dan inovasi yang dipresentasikan dapat menginspirasi, direplikasi, serta dikembangkan untuk meningkatkan daya saing dan menciptakan dampak berkelanjutan bagi organisasi,” imbuhnya.

Senada dengan hal tersebut, Presiden IQPMA, Sunarso, S.E., M.M., menyambut positif terselenggaranya ajang internasional ini secara langsung di Bali. Menurutnya, momentum perjumpaan tatap muka ini sangat krusial untuk membuka peluang kerja sama yang lebih luas di tengah dinamika global.

“Konferensi ini membuka wawasan baru bagi pimpinan dan manajemen perusahaan dalam menyikapi penerapan sistem manajemen serta membuka potensi kerja sama internasional dan pertukaran pengalaman untuk meningkatkan produktivitas,” jelas Sunarso.

Di samping memicu kolaborasi profesional, Sunarso juga mengapresiasi multiplier effect dari gelaran dunia ini terhadap perekonomian lokal tuan rumah. “Dengan jumlah peserta resmi sekitar 550 orang ditambah tim pendukung, kegiatan ini turut meningkatkan okupansi kamar hotel, persewaan kendaraan, dan UMKM kuliner. Para peserta juga dijadwalkan mengikuti program kunjungan wisata ke beberapa destinasi di Bali yang diharapkan dapat menggerakkan ekonomi lokal melalui pembelian suvenir dan kerajinan khas Bali,” pungkas Sunarso.

Baca Juga:   Bandara Ngurah Rai Sambut Penerbangan Perdana Sichuan Airlines dan T’way Air

Rangkaian acara diawali pada hari pertama dengan presentasi keynote speaker dan dua pembicara special lecture, dilanjutkan sesi presentasi paralel hingga hari kedua yang menampilkan 13 pembicara best practice sharing session dari berbagai negara. Sebagai bagian dari pertukaran inovasi, ajang kompetisi presentasi ACE Team diikuti sebanyak 95 tim yang terbagi ke dalam lima kelompok (stream) besar, serta presentasi APQO International Best Practice (AIBP) dari 9 pemenang Global Performance Excellence Award (GPEA). (BC18)