Beranda Umum Pemasangan Tambahan LPJ di Kuta Selatan Dimulai

Pemasangan Tambahan LPJ di Kuta Selatan Dimulai

0
LPJ Kuta Selatan
Median taman Jalan Alas Arum yang bakal dipasang LPJ. (ist)

balibercerita.com –
Pemasangan tambahan lampu penerangan jalan (LPJ) mulai dikerjakan di sejumlah ruas jalan di kawasan Kuta Selatan. Salah satunya terlihat di sepanjang median Jalan Alas Arum, Desa Kutuh. Sejumlah lubang nampak berjejer Jumat (23/10), yang merupakan bagian pembuatan fondasi persiapan pemasangan lampu.

Perbekel Desa Kutuh, Wayan Mudana membenarkan bahwa pekerjaan tersebut berkaitan dengan pemasangan LPJ yang membentang dari Jalan Bali Cliff hingga Jalan Nusa Dua Selatan di wilayah Sawangan. Program itu masuk dalam APBD Perubahan 2026 dan ditargetkan rampung pada Desember mendatang.

Menurut Mudana, pemasangan LPJ tersebut merupakan usulan musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) yang diajukan desa sekitar dua tahun lalu dan baru direalisasikan tahun ini. Ia pun menyambut baik realisasi program tersebut, mengingat kawasan itu sebelumnya relatif gelap akibat minimnya penerangan jalan. Hal ini dinilai berpotensi meningkatkan kerawanan tindak kriminal sekaligus risiko kecelakaan lalu lintas.

Baca Juga:   Penumpang dan Kargo Bandara Ngurah Rai Tumbuh Positif, Sinyal Pulihnya Mobilitas Udara Bali

“Sebagai kawasan pariwisata, aspek keamanan dan kenyamanan seyogyanya menjadi perhatian. Saya mengapresiasi realisasi pemasangan LPJ ini sebagai upaya menjaga kenyamanan masyarakat maupun aktivitas di kawasan pariwisata,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Badung, AA Gde Rahmadi membenarkan bahwa persiapan dan pelaksanaan pemasangan LPJ di wilayah Kuta Selatan sedang berlangsung. Ia menjelaskan, proses tender melalui Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) telah selesai pada akhir September. Setelah penetapan pemenang, kontrak ditandatangani dan pekerjaan mulai berjalan secara bertahap.

Baca Juga:   Bali Bersiap Masuki Awal Musim Hujan

Secara keseluruhan, terdapat sekitar 2.300 titik lampu yang direncanakan dalam program tersebut. Dari jumlah itu, alokasi terbanyak berada di Kuta Selatan, yakni sekitar 1.190 titik.

Pelaksanaan pekerjaan dilakukan oleh kontraktor berbeda sesuai wilayah masing-masing. Karena itu, waktu pengerjaan di setiap lokasi tidak sepenuhnya sama, meskipun seluruhnya ditargetkan selesai pada Desember 2026, dengan jadwal penyelesaian pada pertengahan bulan.

Rahmadi menegaskan, lampu yang dipasang menggunakan model konvensional sesuai standar dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 47. Spesifikasi penerangan harus mengikuti ketentuan yang berlaku sehingga pemasangan tidak dilakukan di luar standar tersebut. “Untuk Jalan Lingkar Selatan, penanganannya berada di Dinas Pekerjaan Umum (PU), bukan dalam paket pekerjaan LPJ yang dijelaskan Dishub,” jelasnya.

Baca Juga:   Sembilan Titik Take Over Disiapkan, Kuta Perkuat Sistem Sampah Terpilah dan Tekan Pembuangan Liar

Pihaknya juga akan melakukan inventarisasi terhadap kebutuhan penerangan di lapangan. Apabila setelah pemasangan masih ditemukan titik yang belum terjangkau atau membutuhkan tambahan lampu, usulan tersebut dapat disiapkan untuk program tahun 2027. “Kalau ada yang kurang, lapor ke saya agar saya bisa adakan tahun 2027,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi riil di lapangan bisa saja menunjukkan kebutuhan yang berbeda dari perencanaan awal. Karena itu, evaluasi setelah pekerjaan berlangsung menjadi bagian penting untuk memastikan kebutuhan penerangan jalan dapat terakomodasi secara bertahap. (BC5)