
balibercerita.com –
Warga yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan pesisir selatan Bali diminta meningkatkan kewaspadaan. Fenomena bulan purnama pada 26 September 2026 berpotensi mendorong kenaikan maksimum air laut dan memicu banjir pesisir atau rob di sejumlah wilayah.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut potensi banjir pesisir secara umum berlangsung pada 18 September hingga 2 Oktober 2026. Khusus kawasan pesisir selatan Bali, potensi rob diperkirakan terjadi pada 26 hingga 30 September.
Kepala Balai BMKG Wilayah III, Cahyo Nugroho mengatakan, prediksi tersebut disusun berdasarkan pemantauan data water level serta prediksi pasang surut air laut. “Fenomena tersebut perlu diwaspadai karena kenaikan maksimum air laut dapat berdampak terhadap aktivitas masyarakat di kawasan pesisir,” ujarnya.
Sejumlah wilayah pesisir Bali masuk dalam potensi terdampak meliputi pesisir Gianyar, Badung, Denpasar, Tabanan, Klungkung, hingga Jembrana. Fenomena bulan purnama menjadi salah satu kondisi astronomis yang dapat memengaruhi pasang surut air laut. Karena itu, periode di sekitar puncak fase bulan purnama perlu mendapat perhatian, terutama bagi masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas dekat garis pantai.
Dampak rob tidak hanya berpotensi dirasakan permukiman yang berada di kawasan pesisir. Aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan juga dapat terganggu, termasuk kegiatan bongkar muat. Demikian pula aktivitas tambak garam dan perikanan darat yang berada di wilayah pesisir.
BMKG mengimbau masyarakat tidak mengabaikan potensi tersebut. Masyarakat yang beraktivitas di kawasan pesisir diminta tetap waspada dan menyiapkan langkah antisipasi terhadap kemungkinan kenaikan maksimum air laut.
Warga juga diminta mengikuti perkembangan informasi serta pembaruan kondisi cuaca maritim yang disampaikan BMKG, khususnya menjelang periode 26-30 September. Dengan puncak bulan purnama yang jatuh pada 26 September, kewaspadaan di kawasan pesisir selatan Bali menjadi penting dalam beberapa hari ke depan, terutama bagi aktivitas yang bersinggungan langsung dengan kondisi pasang surut air laut. (BC5)

















