Wajah Baru The Nusa Dua Mulai Terlihat, Rejuvenasi Kawasan Capai 50 Persen

0
4
The Nusa Dua
Akses menuju Pulau Peninsula terlihat lebih rapi dan lega. (ist)

balibercerita.com –
Wajah baru kawasan The Nusa Dua mulai terlihat seiring berjalannya proyek rejuvenasi yang kini telah mencapai sekitar 50 persen. Salah satu perubahan yang mulai dirasakan adalah akses menuju Pulau Peninsula yang kini tampil lebih lapang dan nyaman.

Jalan yang sebelumnya menggunakan sistem dua arah dengan pembatas taman di bagian tengah, kini telah berubah menjadi jalan beraspal tanpa pembatas. Penataan lanskap pertamanan di sisi jalan juga dilakukan untuk memperkuat tampilan kawasan sekaligus memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan.

General Manager The Nusa Dua, Made Agus Dwiatmika mengatakan, proses rejuvenasi kawasan terus berjalan secara bertahap. Salah satu pekerjaan terbesar dalam tahap pertama yakni pembangunan groin di sisi Nusa Dharma.

“Rejuvenasi sudah mencapai 50 persen. Terbesar itu adalah pembuatan groin. Pembuatan groin pertama sedang berlangsung dan segera akan kita lanjutkan groin kedua. Kita targetkan November harus selesai,” ujarnya belum lama ini.

Baca Juga:   Nikmati Berlari Sambil Menikmati Senja di Golo Mori

Menurutnya, pembangunan groin membutuhkan pengaturan waktu yang cukup ketat. Pekerjaan hanya dapat dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi pasang surut air laut. Selain itu, aktivitas proyek juga harus disesuaikan dengan kegiatan para tenant di kawasan The Nusa Dua. “Ada waktu-waktu tertentu meskipun itu surut, tetapi kita tidak bisa bekerja karena tenant sedang beristirahat atau mengadakan acara,” jelasnya.

Dua groin tersebut dibangun di sisi Nusa Dharma sebagai bagian dari upaya memperkuat kawasan pesisir. Agus menyebut pembangunan ini sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam mengantisipasi dampak kenaikan gelombang laut. “Kenapa kita membuat, karena kita ingin membantu pemerintah mempercepat antisipasi terhadap kenaikan gelombang laut,” katanya.

Baca Juga:   Puluhan Ogoh-ogoh dan Tapel Dipamerkan di GWK

Selama ini, pengamanan garis pantai di kawasan The Nusa Dua juga dilakukan melalui sand nourishment atau pengisian pasir secara berkala. Meski relatif lebih sederhana, metode tersebut harus dilakukan secara periodik dan membutuhkan ketersediaan sumber pasir.

“Masih aman saat ini. Secara bertahap sebenarnya kita selalu melakukan sand nourishment atau pengisian pasir. Ini sebetulnya mungkin murah, tetapi karena harus dilakukan secara periodik, kami harus menyiapkan sumber pasir. Proyek yang selalu berulang tentu juga akan mengganggu masyarakat maupun tenant di Nusa Dua,” paparnya.

Ia mengatakan, pekerjaan groin saat ini masih berproses, terutama pada bagian dasar yang menjadi salah satu tahapan paling membutuhkan waktu. Namun, pengerjaan sudah mulai berjalan sehingga aktivitas di sekitar Peninsula tetap dapat dilakukan dengan penyesuaian area proyek.

Baca Juga:   Libur Nataru ke Kintamani, Ini yang Perlu Diperhatikan

Ia menegaskan, proyek tersebut tidak sampai menutup akses kawasan secara keseluruhan. Penutupan hanya dilakukan secara terbatas pada area yang memang dibutuhkan untuk pekerjaan, terutama untuk mobilisasi alat berat dan kebutuhan proyek lainnya.

Jika pembangunan dua groin rampung sesuai target November, tahap pertama rejuvenasi kawasan The Nusa Dua ditargetkan selesai. Selanjutnya, pengelola akan memasuki tahap kedua dengan melanjutkan pekerjaan pengaspalan serta melakukan pembaruan pedestrian di kawasan.

“Kalau groin selesai, mestinya tahap rejuvenasi tahap pertama selesai. Tetapi kita akan ada rejuvenasi tahap kedua yang segera kita mulai untuk meneruskan pengaspalan dan merejuvenasi pedestrian. Jadi semua pedestrian kawasan kita akan ganti,” pungkasnya. (BC5)