Undiksha Padukan Reforestasi dan Pengolahan Kopi untuk Dorong Ekonomi Hijau di Bangli

0
1
Undiksha
Salah satu kegiatan dari program reforestasi yang dilaksanakan Undiksha di Desa Pengejaran, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. (ist)

balibercerita.com –
Upaya menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga terus didorong Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) melalui program pengabdian kepada masyarakat di Desa Pengejaran, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.

Program tersebut dijalankan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Skema Pemberdayaan Berbasis Wilayah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia tahun 2026. Kegiatan berlangsung selama enam bulan, sejak Mei hingga Oktober 2026.

Mengusung tema “Reforestasi Kawasan Hutan Berbasis Green Technology untuk Mitigasi Perubahan Iklim dan Peningkatan Pendapatan Masyarakat di Desa Pengejaran, Kintamani, Bangli”, program ini dipimpin Prof. Dr. I Gede Astra Wesnawa, M.Si. Pelaksanaannya melibatkan Pemerintah Desa Pengejaran dan Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Sumber Wana.

Baca Juga:   Siswa di Tabanan Diajak Terapkan Pola Hidup Ramah Lingkungan 

Reforestasi ditempatkan sebagai salah satu agenda utama karena pemulihan kawasan hutan dinilai tidak cukup hanya berorientasi pada aspek lingkungan. Keberadaan hutan juga diharapkan mampu membuka peluang ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.

Atas dasar itu, program Undiksha memadukan kegiatan pemulihan lingkungan dengan pengembangan potensi ekonomi lokal, termasuk komoditas kopi yang menjadi salah satu produk masyarakat setempat.

“Reforestasi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ketika masyarakat memperoleh manfaat ekonomi dari pengelolaan potensi lokal secara berkelanjutan, kepedulian terhadap keberadaan dan kelestarian hutan juga akan semakin kuat,” ujar Astra Wesnawa, Rabu (19/8).

Baca Juga:   Studium Generale Prodi Yoga Kesehatan UHN Sugriwa Perkenalkan Paravidya dari Brahmavidya Vihangam Yoga

Penguatan sektor ekonomi masyarakat juga diwujudkan melalui penyerahan mesin roasting kopi kepada LPHD Sumber Wana. Peralatan tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan nilai jual kopi yang selama ini sebagian besar dipasarkan dalam bentuk green bean atau biji kopi mentah.

“Mesin roasting ini merupakan bagian pendukung dari program. Harapannya, kopi tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk bernilai tambah sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” tambahnya.

Mesin roasting yang diserahkan telah dilengkapi sejumlah fitur, diantaranya pengaturan suhu, speed control, sistem cooling, blower, serta berbagai komponen penunjang proses pengolahan kopi. Tidak berhenti pada pemberian peralatan, Undiksha juga memberikan pendampingan kepada mitra terkait cara mengoperasikan dan merawat mesin. Pendekatan tersebut diharapkan membuat masyarakat mampu memanfaatkan teknologi secara optimal dan berkelanjutan.

Baca Juga:   RS Unud Bidik Penguatan Layanan Kesehatan Jantung

Program ini mendapat dukungan dari DPPM Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Berbasis Kewilayahan Tahun 2026.Hingga program berakhir pada Oktober 2026, Undiksha menargetkan upaya reforestasi di Desa Pengejaran dapat terus berkembang bersamaan dengan penguatan ekonomi warga.

Pemanfaatan teknologi ramah lingkungan dan pengolahan potensi lokal diharapkan menjadi bagian dari langkah masyarakat membangun ekonomi hijau sekaligus menjaga keberlanjutan kawasan hutan. (BC13)