DPRD Bali Dorong Pariwisata Berbasis Pemberdayaan Lokal

0
2
Pariwisata
Agung Bagus Pratiksa Linggih. (BC5)

balibercerita.com –
Di tengah pesatnya pertumbuhan industri pariwisata Bali, muncul dorongan kuat agar manfaat ekonomi tidak hanya terpusat pada pelaku usaha besar, tetapi juga dirasakan secara merata oleh masyarakat lokal sebagai pemilik budaya yang menjadi daya tarik utama Pulau Dewata.

Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bali, Agung Bagus Pratiksa Linggih menegaskan bahwa industri pariwisata Bali tumbuh dan berkembang berlandaskan budaya serta adat istiadat masyarakat setempat. Karena itu, pelaku industri pariwisata dinilai memiliki tanggung jawab untuk turut membina dan memberdayakan masyarakat lokal agar dapat merasakan langsung manfaat dari pertumbuhan sektor tersebut.

Baca Juga:   Long Weekend Paskah, Pertamina Tambah Stok BBM dan LPG di Bali

“Sepuluh tahun lalu, saya merintis bisnis F&B dan bergabung di FHTB. Dari ajang ini saya mendapatkan banyak sekali manfaat terhadap perkembangan bisnis. Karena itu, kehadiran FHTB saya harap dapat terus memberi manfaat yang luas dan positif bagi masyarakat Bali, khususnya pelaku usaha lokal,” ujar Agung saat membuka Food, Hotel and Tourism Bali (FHTB) 2026, di Nusa Dua.

Ia juga membagikan pengalamannya saat awal bergabung dalam ajang FHTB yang dinilai menjadi salah satu momentum penting dalam mengembangkan usaha sekaligus memperluas jejaring bisnis. Pengalaman tersebut mendorongnya untuk terus memperjuangkan keberlangsungan UMKM Bali agar semakin berdaya saing di tengah pesatnya pertumbuhan industri pariwisata.

Baca Juga:   Bahas LKPJ Bupati 2025, Komisi II DPRD Badung Soroti Rendahnya Serapan Anggaran

Menurutnya, masyarakat Bali selama ini telah banyak berinvestasi dalam menjaga budaya dan tradisi. Namun, di sisi lain, masyarakat Bali masih menghadapi tantangan dalam memperoleh akses pasar yang adil dan berkelanjutan di wilayahnya sendiri. “Ini yang akan kami perjuangkan, agar pemerintah dapat menghadirkan regulasi yang memberi ruang lebih luas bagi petani dan pengusaha lokal Bali untuk bisa berdiri mandiri dan berkembang di daerahnya sendiri,” tegasnya.

Agung menambahkan, selama ini sektor pariwisata dinilai banyak mengambil manfaat dari kekayaan budaya Bali. Karena itu, sudah sepatutnya industri ini tidak hanya menempatkan masyarakat lokal sebagai tenaga kerja di lapisan bawah, tetapi juga turut membina dan meningkatkan kapasitas mereka sebagai pelaku utama.

Baca Juga:   Dari Kios Pasar ke Layanan Keuangan, Begini Perjalanan Ketut Suandini Menjadi Agen BRILink

Melalui ajang seperti FHTB, ia berharap tercipta ruang kolaborasi yang lebih adil antara masyarakat Bali dan investor. Hal ini penting untuk membangun ekosistem usaha yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan. “Acara ini menjadi momentum untuk kita bersama-sama memperjuangkan kepentingan masyarakat Bali, sehingga tercipta keseimbangan yang adil antara masyarakat lokal dan investor, serta menghadirkan ekosistem yang sehat bagi masyarakat Bali maupun investor Bali,” pungkasnya. (BC5)