Gelar Uji Kompetensi, SMK PGRI 3 Denpasar Cetak Lulusan Siap Kerja di Industri Pariwisata

0
262
SMK PGRI 3 Denpasar
Uji kompetensi yang digelar SMK PGRI 3 Denpasar. (ist)

balibercerita.com –
Sebagai upaya mencetak lulusan yang siap terjun ke industri pariwisata, SMK PGRI 3 Denpasar menyelenggarakan uji kompetensi (UK) bagi para siswanya. Kegiatan ini bertujuan memastikan lulusan tidak hanya menguasai teori akademik, tetapi juga memiliki keterampilan teknis yang diakui secara profesional di bidangnya masing-masing.

Uji kompetensi tahun ini diikuti oleh 587 siswa yang terdiri dari dua program keahlian, yakni Perhotelan (287 siswa) dengan konsentrasi Front Office dan Housekeeping, serta Kuliner (300 siswa) yang mencakup FB Product dan FB Service. Ujian berlangsung selama lima hari, mulai 13 hingga 17 April 2026, yang tersebar di tiga lokasi gedung SMK PGRI 3 Denpasar.

Kepala SMK PGRI 3 Denpasar, Ni Putu Ayu Agustin Karisma Dewi menjelaskan bahwa uji kompetensi ini merupakan tolok ukur kesiapan siswa menghadapi dunia kerja. Selain ijazah formal, siswa yang lulus akan mendapatkan sertifikat kompetensi dari Lembaga Sertifikasi Profesi Dharma Mandala Internasional (LSP DMI).

Baca Juga:   Sambut Nyepi dan Lestarikan Budaya Bali, Ratusan Siswa Sedagri Meriahkan Pawai Ogoh-ogoh

“Melalui program tahunan ini, kami ingin memastikan anak-anak tidak hanya lulus membawa ijazah, tetapi juga memiliki sertifikasi kompetensi sebagai nilai tambah. Dengan begitu, mereka siap bersaing di industri pariwisata, melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, atau bahkan menjadi wirausaha muda,” ujar Ayu Agustin.

Dalam ujian ini, aspek yang dinilai tidak hanya keterampilan praktis, tetapi juga attitude (sikap) siswa di lapangan. Untuk menjaga kualitas, sekolah melibatkan penguji eksternal atau asesor dari LSP DMI.

Baca Juga:   ​41 Guru di Denpasar Terima SK Kepala Sekolah

Menyambut tahun ajaran baru, SMK PGRI 3 Denpasar terus melakukan peningkatan fasilitas. Saat ini, sekolah memiliki tiga laboratorium dapur (kitchen), terdiri dari satu dapur pastry dan dua dapur menu umum dengan kapasitas maksimal 24 siswa per dapur sesuai standar industri. Area restoran dan hotel di sekolah juga didesain menyerupai kondisi asli di industri agar siswa terbiasa dengan atmosfer kerja profesional.

Dari sisi SDM, sekolah diperkuat oleh 70% guru produktif. Guna menjaga relevansi kurikulum, sekolah rutin menghadirkan guru tamu dan praktisi dari hotel untuk mengisi capaian pembelajaran tertentu. Selain itu, para guru juga diwajibkan mengikuti program magang di hotel selama satu bulan saat libur tengah semester untuk pembaruan keahlian (upskilling).

Baca Juga:   Diskusi di Undiksha, Wamen Diktisaintek Ajak Kampus Perkuat Kolaborasi Tangani Persoalan Pendidikan

Berkat konsistensinya, SMK PGRI 3 Denpasar terpilih menjadi salah satu dari lima sekolah swasta di Bali sebagai Sekolah Model Pembelajaran Mendalam dan KKA (Coding) dari Kemendikdasmen RI. Selain unggul dalam teknologi, sekolah ini juga tetap melestarikan kearifan lokal melalui unit Teaching Factory (TEFA). Di sini, siswa diajarkan mengolah masakan internasional hingga kuliner tradisional Bali, yang hasilnya telah melayani berbagai kegiatan di Desa Sumerta Kelod.

Terkait seleksi penerimaan siswa baru, sekolah menyediakan kapasitas 800 kursi dengan kebijakan seluruh siswa masuk pagi. SMK PGRI 3 Denpasar juga dikenal inklusif dengan memberikan beasiswa prestasi, serta menerima siswa berkebutuhan khusus sesuai dengan kapasitas yang tersedia. (BC18)