Kerusakan Sistem UPA Siligita Picu Krisis Air Bersih di Kampial

0
16
Air Bersih Kampial
Pekerja saat melakukan perbaikan pipa Perumdam Tirta Mangutama. (ist)

balibercerita.com –
Warga di wilayah Kuta Selatan, khususnya di kawasan Kampial, terlihat antre untuk mendapatkan air bersih yang didistribusikan melalui mobil tangki. Dengan membawa galon dan berbagai wadah penampung, masyarakat berupaya memenuhi kebutuhan air sehari-hari di tengah kondisi pasokan yang belum normal. Fenomena ini sempat viral di media sosial, menyusul terganggunya suplai air bersih ke permukiman.

Direktur Teknik Perusahaan Umum Daerah (Perumdam) Tirta Mangutama Kabupaten Badung, I Made Suarsa membenarkan adanya gangguan tersebut. Ia menjelaskan, tersendatnya distribusi air disebabkan kerusakan pada salah satu sistem pompa di Unit Pelaksana Air (UPA) Siligita, Nusa Dua. Peristiwa itu terjadi saat hari raya Nyepi.

Baca Juga:   UMKM Bali Berkesempatan Pameran Gratis di Mangga Dua Square 

Dari empat unit pompa yang tersedia, tiga diantaranya dioperasikan, sementara satu lainnya disiapkan sebagai cadangan. Namun, ketiga pompa yang beroperasi mengalami korsleting listrik hingga terbakar.

“Di UPA Siligita Nusa Dua terdapat empat pompa. Saat Nyepi, tiga pompa kami operasikan dan satu sebagai cadangan. Namun terjadi arus pendek yang menyebabkan ketiga pompa tersebut terbakar. Kami kemudian langsung mengoperasikan pompa cadangan,” jelasnya.

Baca Juga:   Masuki Sasih Kaulu, Warga Tabanan Diminta Waspadai Dampak Cuaca Ekstrem

Sebagai langkah penanganan darurat, Perumdam Tirta Mangutama telah mengerahkan empat unit mobil tangki untuk menyuplai kebutuhan air bersih bagi pelanggan terdampak. Distribusi air bahkan telah dilakukan sejak H+1 setelah kejadian. “Sejak Ngembak Geni kami sudah mulai menyalurkan bantuan air bersih menggunakan mobil tangki ke wilayah terdampak,” tambahnya.

Baca Juga:   Sorotan Presiden Prabowo soal Sampah Jadi Momentum Pembenahan Lingkungan Bali

Pihaknya juga terus berupaya mempercepat proses perbaikan dengan menjalin koordinasi intensif bersama vendor. Teknisi pun telah didatangkan untuk segera melakukan penanganan.

Suarsa pun menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak atas ketidaknyamanan yang terjadi. Ia berharap masyarakat dapat bersabar selama proses perbaikan berlangsung. “Kami mohon maaf atas gangguan ini. Kami berupaya maksimal agar perbaikan dapat segera selesai dan suplai air kembali normal,” pungkasnya. (BC5)