Bupati Badung Tutup Lomba Jegeg Bungan Desa 2026, Soroti Peran Generasi Muda dalam Pelestarian Budaya

0
29
Jegeg Bungan Desa
Lomba Jegeg Bungan Desa 2026 serangkaian Festival Seni Budaya XIV Desa Adat Kuta, resmi ditutup pada Sabtu (21/3). (ist)

balibercerita.com –
Lomba Jegeg Bungan Desa 2026 yang merupakan bagian dari Festival Seni Budaya XIV Desa Adat Kuta resmi berakhir pada Sabtu (21/3) di Open Stage Majelangu, Pura Segara Kuta. Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian festival yang telah berlangsung sejak awal Maret.

Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa yang menutup acara tersebut menyampaikan apresiasi terhadap konsistensi penyelenggaraan festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini mencerminkan kreativitas masyarakat sekaligus upaya menjaga warisan budaya.

“Atas nama pribadi dan Pemkab Badung, saya sangat mengapresiasi penyelenggaraan Festival Seni Budaya XIV Desa Adat Kuta serta Lomba Jegeg Bungan Desa 2026. Tema Samudramanthana ini merupakan wujud kreativitas dan kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya bangsa yang adiluhur,” ungkapnya.

Baca Juga:   Ketua DPRD Badung Apresiasi Konsistensi Festival Seni dan Jegeg Bungan Desa Adat Kuta

Menurutnya, kegiatan seni dan budaya memiliki peran penting dalam mendukung pariwisata berbasis budaya di Kabupaten Badung. Ia juga berharap generasi muda dapat terlibat aktif serta berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan sektor tersebut.

Adi Arnawa menegaskan, pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan terhadap kegiatan masyarakat, termasuk melalui pemberian insentif bagi pihak yang berprestasi. “Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan seni dan budaya. Bagi masyarakat yang mampu mengharumkan nama daerah hingga tingkat provinsi maupun nasional, akan diberikan penghargaan berupa insentif sebagai bentuk motivasi agar terus berkarya lebih baik,” ujarnya.

Baca Juga:   SEGAR X Colabro, Ruang Berkarya untuk Seniman dan Musisi

Sementara itu, Bendesa Adat Kuta, I Komang Alit Ardana melaporkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan, termasuk perayaan Nyepi di wilayah Kuta, berlangsung tertib dan aman tanpa pelanggaran. Ia menyebut, hal tersebut mencerminkan kesadaran masyarakat dalam menjalankan Catur Brata Panyepian.

Baca Juga:   Indonesia Tuan Rumah ASEAN U-23 Championship 2025

Ia juga menjelaskan bahwa festival yang dimulai sejak 7 Maret 2026 tersebut mengusung tema Samudramanthana. “Samudramanthana ini terinspirasi dari konsep yang melambangkan proses perjuangan, kerja sama serta usaha yang dilakukan secara bersama-sama untuk mencapai keseimbangan dan keharmonisan kehidupan, samudra menjadi simbol-simbol kehidupan sekaligus menjadi inspirasi dalam berkarya, berproses, dan berimplementasi,” ucapnya. (adv)