balibercerita.com –
Eskalasi konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah belum memberikan dampak signifikan terhadap arus kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali. Bahkan, pergerakan penumpang internasional melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai justru menunjukkan tren pertumbuhan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pihak bandara menilai kondisi geopolitik tersebut belum memengaruhi secara langsung tingkat kunjungan wisatawan ke Pulau Dewata, mengingat sebagian besar wisatawan datang melalui berbagai rute penerbangan transit dari sejumlah hub internasional. General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Ngurah Rai, Nugroho Jati mengatakan bahwa berdasarkan data operasional bandara, trafik penumpang internasional masih mengalami peningkatan secara year on year.
“Kalau untuk dampaknya saya kira tidak terlalu signifikan. Dari data yang kami input, khusus penerbangan internasional malah mengalami pertumbuhan dibandingkan tahun lalu,” ujarnya, Minggu (8/3) malam.
Ia menjelaskan bahwa potensi dampak dari konflik tersebut kemungkinan hanya dirasakan pada penerbangan yang berasal langsung dari kawasan Timur Tengah. Namun bagi wisatawan yang menggunakan penerbangan transit melalui negara lain, kondisi tersebut relatif tidak terlalu berpengaruh. “Artinya mungkin yang dari origin atau keberangkatan tertentu di Middle East yang terdampak. Tetapi untuk penumpang yang transit sebenarnya tidak terlalu berpengaruh,” jelasnya.
Menurut Nugroho, maskapai dan wisatawan memiliki banyak alternatif rute penerbangan menuju Bali apabila terjadi penyesuaian jalur penerbangan dari kawasan Timur Tengah. Rute perjalanan dapat dialihkan melalui sejumlah negara di Eropa maupun Asia.
Beberapa alternatif jalur penerbangan tersebut antara lain melalui Eropa dengan transit di Turki, maupun melalui sejumlah hub penerbangan internasional di Asia seperti Kuala Lumpur, Singapura, Hong Kong, hingga melalui China dan Thailand sebelum melanjutkan penerbangan menuju Bali.
Ia menambahkan, komposisi wisatawan mancanegara yang datang ke Bali hingga saat ini masih didominasi oleh wisatawan dari Australia. Persentasenya bahkan mencapai lebih dari 75 persen dari total kunjungan internasional melalui Bandara Ngurah Rai.
Dengan dominasi pasar wisatawan dari Australia tersebut, Nugroho menilai Bali masih cukup aman dari potensi penurunan kunjungan akibat dinamika konflik di Timur Tengah. “Dominasi kunjungan ke Denpasar masih lebih banyak dari Australia, lebih dari 75 persen. Jadi saya kira kita masih cukup aman kalau melihat potensi dampaknya,” pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa menyampaikan harapannya agar konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah dapat segera mereda dan berakhir. Menurutnya, situasi tersebut telah memicu pembatalan sejumlah penerbangan internasional yang berpotensi berdampak pada sektor pariwisata.
Ia berharap kondisi tersebut tidak sampai mempengaruhi tingkat kunjungan wisatawan ke Bali, mengingat sektor pariwisata menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah. “Harapan kami tentu konflik ini segera berakhir. Karena kita juga melihat ada beberapa penerbangan yang mengalami pembatalan. Mudah-mudahan situasi ini tidak sampai berdampak pada pariwisata Bali,” ujarnya. (BC5)














