balibercerita.com –
Operasi pencarian korban banjir bandang yang menerjang Dusun Santal dan Ambengan, Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Buleleng, kembali membuahkan hasil. Pada hari kedua pencarian, Sabtu (7/3), tim SAR gabungan menemukan satu korban lagi dalam kondisi meninggal dunia. Korban yang ditemukan adalah Komang Suci (44), warga Dusun Ambengan yang sebelumnya dilaporkan hilang bersama dua anaknya setelah rumah mereka jebol diterjang luapan Sungai Mendaum.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya yang turun langsung ke lokasi menjelaskan bahwa korban ditemukan tertimbun material banjir sekitar 1,5 kilometer dari lokasi rumahnya. “Korban ditemukan pada pukul 13.56 Wita dan berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada pukul 14.18 Wita,” ujarnya.
Setelah dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa menuju RS Pratama Buleleng menggunakan ambulans PMI Buleleng. Dengan ditemukannya Komang Suci, jumlah korban meninggal dalam bencana banjir bandang tersebut menjadi dua orang. Sementara itu, dua korban lainnya yang masih dalam pencarian adalah anak korban, yakni Putu Wini (17) dan Kadek Wahyu (12).
Sejak Sabtu pagi sekitar pukul 07.30 Wita, tim SAR gabungan telah melakukan penyisiran di sejumlah titik. Personel dari berbagai instansi, relawan, masyarakat hingga keluarga korban dibagi ke dalam beberapa Search and Rescue Unit (SRU). Pencarian difokuskan di sepanjang aliran sungai, area perairan, bibir pantai, hingga tumpukan batang pohon serta material yang terbawa derasnya arus banjir.
SRU laut mulai bergerak sekitar pukul 08.00 WITA dengan mengerahkan rubber boat milik Pos SAR Buleleng dan Polair untuk menyisir area laut sesuai wilayah pencarian. Sementara SRU darat melakukan penyisiran di sepanjang pesisir Pantai Banjar hingga Pantai Kalianget ke arah timur dan barat.
Namun upaya pencarian tidak berjalan mudah. Tim SAR gabungan harus menghadapi tumpukan lumpur tebal serta material kayu besar yang terbawa arus banjir. Untuk mengatasi kendala tersebut, Basarnas juga tengah mengupayakan pengerahan alat berat guna membantu membuka timbunan material yang menghambat proses pencarian.
Hingga pukul 18.00 Wita, operasi SAR dihentikan sementara dan akan kembali dilanjutkan pada Minggu pagi. Tim SAR gabungan masih berupaya menemukan dua korban yang tersisa.
Sebelumnya, cuaca ekstrem disertai hujan deras yang melanda wilayah Kabupaten Buleleng memicu banjir bandang pada Jumat sore di Dusun Santal dan Dusun Ambengan. Informasi menyebutkan, sungai di wilayah tersebut meluap hingga memicu banjir bandang yang menyapu permukiman. Sudah ada satu korban jiwa yang merupakan warga Dusun Santal bernama Dewa Ketut Adi Suarjana (55).
Menurut keterangan saksi, korban sempat berupaya menyelamatkan mobilnya ketika banjir bandang datang. Namun saat baru masuk ke dalam kendaraan, tiba-tiba arus deras menerjang. Korban sempat keluar dari mobil dan mencoba meraih pohon kopi untuk menyelamatkan diri, namun naas ia justru terhantam pohon besar yang terseret arus banjir. Jenazah korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 23.00 Wita setelah debit air mulai surut. (BC5)
















