KUTARUN Digelar Januari 2026, Pengalaman Lari Berkesan di Kuta dengan Konsep Zero Emission

0
130
KUTARUN
Pemaparan acara KUTARUN. (ist)

balibercerita.com –
Kuta kian menegaskan diri sebagai panggung utama sport tourism di Bali melalui gelaran KUTARUN, ajang lari kompetitif yang mengubah wajah kawasan wisata ikonik ini menjadi lintasan olahraga bertaraf profesional. Mengusung tema “Clean Air for Bali,” event ini memadukan energi Kuta yang dinamis, panorama pesisir yang memikat, serta konsep ramah lingkungan, menghadirkan pengalaman berlari yang berbeda dari event pada umumnya.

Dengan rute steril dan pengamanan maksimal, KUTARUN tidak hanya menghidupkan semangat olahraga, tetapi juga memperkuat citra Kuta sebagai destinasi wisata yang terus bertransformasi dan relevan di kancah internasional. Ketua Panitia KUTARUN, Emmy Kalsum menegaskan bahwa event ini tidak hanya menonjolkan aspek olahraga, tetapi juga memiliki komitmen kuat terhadap isu lingkungan.

Salah satu bentuknya adalah program charity release 150 tukik di Pantai Kuta pada 24 Januari pukul 06.00 Wita, simbol kolaborasi menjaga ekosistem pesisir Bali. Sejalan dengan tema ramah lingkungan, KUTARUN juga menyiapkan beragam doorprize spektakuler, termasuk mobil listrik sebagai grand prize, disusul motor dan sepeda listrik.

“Harapannya, KUTARUN dapat menjadi agenda tahunan yang memperkuat posisi Kuta sebagai destinasi sport tourism berkelas, sekaligus menginspirasi masyarakat untuk ambil bagian dalam menjaga kualitas udara dan lingkungan Bali,” ujar Emmy pada peluncuran event, di Hard Rock Cafe Bali.

Event ini mengusung konsep zero emission dalam implementasi penyelenggaraan. Kuta dipilih sebagai lokasi utama karena reputasinya mendunia, dengan harapan dapat kembali menggairahkan pariwisata dan mendorong terciptanya kawasan car free day. Seluruh persiapan dilakukan melalui koordinasi intensif dengan kepolisian, dinas perhubungan, desa adat, PB PASI, serta tim medis.

Baca Juga:   Libur Lebaran 2026 Dongkrak Pariwisata, InJourney Catat Lonjakan Kunjungan Wisatawan dan Okupansi

Rute lomba merupakan hasil peninjauan bersama instansi terkait dan telah diuji oleh atlet PB PASI pada pukul 05.00 Wita tanpa penutupan total lalu lintas, dikawal kepolisian dan Dishub. Hasil uji coba menunjukkan lintasan tetap aman, sehingga rute dinyatakan layak untuk kategori 5K, 10K, dan 21K. Selama kegiatan, sejumlah pembatas akan diberlakukan dan pengawalan ketat disiagakan.

KUTARUN berlangsung selama dua hari, yaitu pada 24 Januari Charity release 150 tukik di Pantai Kuta dan Kids Fun Run gratis untuk usia 8–12 tahun dengan kuota sekitar 300 peserta. Hal ini sebagai upaya menumbuhkan kepedulian sejak dini terhadap Kuta, Legian, dan Seminyak.

Pada 25 Januari (puncak event), ada 3 kategori lomba: 5K, 10K, 21K. Start akan dimulai pukul 05.00 Wita, dengan cut-off time 1,5 jam untuk 5K, 2,5 jam untuk 10K, dan 3,5 jam untuk 21K. Peserta yang melewati batas waktu tidak mendapatkan medali maupun kesempatan mengikuti undian hadiah.

Pelaksanaan teknis di lapangan didukung marshal profesional dari race organizer. Terdapat 8 water station, fasilitas toilet yang tersebar, serta buah segar di beberapa titik. Sebanyak 9 ambulan di area start-finish, ambulans motor, dan unit rujukan disiagakan. Marshal sepeda turut berkeliling memastikan kelancaran rute. Area parkir disiapkan di tiga titik, termasuk Central Parkir Kuta.

Baca Juga:   Wagub Cok Ace Sebut Transaksi Digital Bukan Hanya untuk Pengusaha Besar

Setiap kategori dibanderol dengan harga Rp450 ribu untuk 5K, Rp650 ribu untuk 10K, dan Rp950 ribu untuk 21K. Pendaftaran sempat mendekati seribu peserta sebelum melambat akibat isu global maupun kondisi event. Namun, panitia optimistis jumlah peserta kembali meningkat menjelang penutupan registrasi.

Para peserta berkesempatan membawa pulang doorprize hingga hadiah utama berupa mobil. Selain itu, pemenang podium akan memperoleh hadiah yang telah disiapkan panitia. Rute lomba diperkirakan memerlukan penutupan sebagian akses di Sunset Road selama 4 hingga 4,5 jam, dengan skema satu badan jalan yang tetap mengakomodasi dua arah lalu lintas.

Dengan persiapan matang lintas instansi dan konsep ramah lingkungan, KUTARUN diharapkan menjadi event yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga memberikan dampak positif bagi promosi pariwisata sekaligus citra Kuta sebagai destinasi lari kelas dunia.

Penyelenggara selaku advicer, Karyadi, S.E., M.M. menegaskan semangat menyelenggarakan event di tiga lokasi sekaligus yaitu Kuta, Legian, dan Seminyak. Hal ini untuk kembali mengangkat citra kawasan, mempromosikan daya tarik Kuta sebagai destinasi wisata yang ikonik, serta menata arus wisatawan dan peserta event.

Rute lomba terdiri dari 40 persen medan di pinggir pantai dan sisanya melintasi jalan raya, dimulai dari Hard Rock, menuju Sunset Road dan Pantai Legian, lalu kembali ke Hard Rock. Target peserta berada pada kisaran 3.000–5.000 orang kategori ringan, dengan kategori moderat sekitar 2.500 peserta dan kategori challenge mencapai 8.000–10.000 peserta.

Baca Juga:   FGD Kuta Selatan Dorong Sinergi Wujudkan Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan

Wakil Ketua PHRI Badung yang juga Bendesa Adat Kuta, Komang Alit Ardana menilai kegiatan ini sebagai inisiatif positif yang digelar di wilayah Kuta. Ia menegaskan dukungan penuh PHRI karena event tersebut berkaitan langsung dengan sektor pariwisata serta menjadi wujud promosi bahwa Kuta tetap layak menjadi destinasi kunjungan di tengah ketatnya persaingan destinasi, termasuk dengan negara-negara lain.

Menurutnya, penguatan pariwisata hanya dapat dicapai melalui kebersamaan, sehingga cita-cita untuk menjaga Kuta dan Bali agar tetap eksis dan maju dapat terwujud. Terlebih, event ini hadir di tengah berbagai dinamika yang terjadi di Kuta.

Ia menjelaskan bahwa rute event akan melintasi tiga desa, sehingga koordinasi intensif diperlukan guna menghindari miskomunikasi. Kegiatan ini juga melibatkan potensi seni lokal dengan menampilkan sembilan sanggar tari dan tim kesenian Desa Adat Kuta.

Alit berharap event ini mampu mempromosikan Kuta secara lebih masif, terlebih Desa Adat Kuta sedang gencar melakukan penataan, khususnya di kawasan pantai. “Melalui ajang ini, kami ingin menegaskan bahwa Kuta tetap layak dikunjungi dan mampu bersaing dengan destinasi lain,” ucapnya.

Sasha selalu perwakilan Indo Runner Bali, berharap event ini mampu mengembalikan gairah Kuta serta membuat kawasan wisata tersebut lebih terekspose, terutama melalui pengalaman visual yang berkesan di sepanjang rute. Para pelari kini identik dengan aktivitas konten, sehingga keberadaan landmark menarik menjadi nilai tambah. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini