Warung D’Abian Kelan Sediakan Kuliner Tradisional Khas Bali dengan Konsep Kebun

Kelan
Warung D'Abian Kelan. (ist)

Mangupura, balibercerita.com – 

Di tengah goyahnya sektor pariwisata akibat imbas Pandemi Covid-19, sektor UMKM terbukti tangguh menjadi alternatif penggerak roda perekonomian masyarakat. Perkembangan dunia usaha di situasi saat ini seolah tidak ada matinya, khususnya usaha yang bergerak pada sektor kuliner. Menariknya, usaha kuliner tradisional Bali kini sedang digandrungi dan semakin menunjukkan eksistensinya.

Salah satu usaha kuliner tradisional yang cukup digemari adalah warung D’Abian, Desa Adat Kelan. Berlokasi di Jalan Segara Madu Gang Ratna No. 7A Kelan, usaha tersebut tidak pernah sepi pembeli. Selain masyarakat lokal, usaha ini juga sering mendapatkan pembeli yang merupakan WNA. Mereka merasa nyaman dengan suasana warung itu yang mencerminkan perkampungan. Padahal lokasi dari warung tersebut berada di perkotaan dan dekat dengan bandara. 

Hal itulah yang menjadi daya tarik warung tersebut, karena anda tidak akan menyangka bawa ada warung bernuansa desa yang terletak di gang perumahan padat penduduk. Terlebih menu yang ditawarkan berupa kuliner tradisional khas yang relatif jarang ditemui di tempat sekitar. 

Baca Juga:   Seiring Relaksasi Kebijakan Penerbangan, Kunjungan Wisatawan ke GWK Naik Drastis

Menu yang ditawarkan yaitu beraneka rujak, mulai rujak kuah pindang gula pasir, rujak kuah pindang gula Bali, rujak colek gula pasir/gula Bali, rujak cuka, rujak bumbu kacang, dengan bahan rujaknya buah buahan yang segar segar. Warung D’Abian juga menyediakan menu tradisional lainnya, yaitu tipat cantok, tipat plecing, bulung bok dan bulung boni, serta aneka minuman yang menggugah selera seperti es campur, es gula, es susu, dan lain lainnya. 

Rujak kuah pindang. (ist)

Yang paling istimewa tersedia juga es daluman. Semua menu yang ditawarkan, baik makanan dan minuman juga memiliki harga yang bersahabat di kantong pembeli. Makanan tersebut dijual pada kisaran Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu per porsinya. 

Bulung boni. (ist)

Warung D’Abian menawarkan konsep tempat yang mencerminkan suasana abian atau kebun pada umumnya. Yaitu memberikan kesan banyak pepohonan rindang, rumputnya yang tertata dengan rapi, suasana yang sejuk, dan bersih. Yang tidak kalah menarik adalah bangunan tempat makan yang disediakan berupa rompok-rompok beratap ilalang nuansa Bali tempo dulu. Hal itu membuat pengunjung merasakan suasana klasik khas pedesaan di tengah perkotaan. Jam operasional warung D’Abian mulai pukul 10.00 Wita dan tutup pada pukul 17.30 Wita. 

Baca Juga:   Fitness Plus Bali Tawarkan Investasi Menggiurkan 

Menurut pemilik Warung D’Abian, I Made Adi Wibawa, usahanya itu sudah berdiri cukup lama, yakni sekitar 7 tahun silam tepatnya tahun 2015. Ia menceritakan bahwa awal dari usahanya itu didirikan atas niatan sekedar iseng, untuk mengisi waktu luang sang istri yang saat itu tidak punya kesibukan. Karena ia sekeluarga memiliki hobi makan rujak dan tipat cantok, maka dibuatlah usaha tersebut. 

“Di awal memang kurang mendapat respon dari para penggemar kuliner. Tapi karena ini dijalankan atas hobi dan senang, jadi mengalir saja. Lama-lama respons semakin banyak, mulai banyak pembeli yang datang dan bisa dibilang ada yang seperti menjadi member. Sebab dia tidak pernah absen datang,” ungkap pria asli Desa Kelan ini. 

Baca Juga:   Desa Penglipuran Jadi Tujuan Touring Vespa World Day 

Berbekal keyakinan dan ketekunan, serta memanfaatkan peran sosial media. Usaha tersebut semakin eksis dan berkembang sampai saat ini. Saking banyaknya pembeli yang datang, ia kemudian merekrut 4 orang karyawan. Kendati mengalami penurunan omset selama 2 tahun karena kondisi pandemi, namun hal itu tidak menggoyahkan semangatnya dan berusaha mempertahankan keberlangsungan usahanya. 

Adapun kiat khusus yang dipergunakan, seperti tetap menjaga kualitas rasa, kualitas bahan, menjaga kebersihan tempat usaha, pelayanan yang ramah dan bersahabat. “Tetap tekun dan jangan mudah menyerah, jenis usaha boleh sama tapi kualitas dan rasa itu yang harus dibuat istimewa,” tegasnya.

Bagi Anda yang ingin tahu lebih jauh tentang Warung D’Abian, bisa follow akun Instagram dan Facebook dengan nama yang sama, yaitu warungd_abiankelan. Untuk yang kurang tahu lokasi Warung D’Abian, Anda bisa klik Google Maps Warung D’Abian. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini