balibercerita.com –
Meski telah memasuki masa uji coba selama sebulan, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Padang Seni di Kecamatan Kuta saat ini masih dalam tahap persiapan menuju operasional penuh. Sejumlah fasilitas dan mesin pengolah sampah terlihat belum dijalankan secara menyeluruh.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung, Made Rai Warastuthi membenarkan hal tersebut. Ia menjelaskan bahwa TPST Padang Seni masih berada dalam proses finalisasi guna memastikan seluruh sistem dapat berfungsi secara optimal saat mulai beroperasi.
Tahapan ini meliputi penyesuaian teknis operasional, kesiapan sumber daya manusia, serta pemenuhan aspek perizinan dan lingkungan. “Kami ingin memastikan ketika fasilitas ini dioperasikan, seluruh komponen sudah siap dan benar-benar memberikan manfaat nyata dalam mengurangi beban sampah yang masuk ke TPA,” ujarnya, Senin (2/2).
Rai Warastuthi menyampaikan bahwa uji coba terbatas telah dilaksanakan pada Desember 2025 lalu. Berdasarkan hasil evaluasi awal, kinerja fasilitas dinilai telah berjalan sesuai dengan perencanaan. Namun demikian, pemerintah daerah masih melakukan penyempurnaan agar operasional TPST dapat berjalan aman, efektif, dan berkelanjutan. “Saat ini masih dalam tahap penyempurnaan,” tegasnya.
TPST Padang Seni ditargetkan segera beroperasi penuh setelah seluruh proses evaluasi dan penyempurnaan rampung, baik dari sisi keamanan, lingkungan, maupun keberlanjutan operasional. Fasilitas ini dirancang memiliki kapasitas pengolahan hingga 60 ton sampah per hari, yang dinilai memadai untuk menangani timbulan sampah masyarakat di wilayah Kecamatan Kuta.
Meski demikian, Rai Warastuthi menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah terpadu tidak hanya bergantung pada fasilitas, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat. Pemilahan sampah dari sumber menjadi faktor penting untuk mendukung efektivitas dan keberlanjutan pengelolaan sampah di TPST Padang Seni. (BC5)

















