Beranda Umum SWRO ITDC NU Jadi Andalan Ketahanan Air Kawasan The Nusa Dua

SWRO ITDC NU Jadi Andalan Ketahanan Air Kawasan The Nusa Dua

0
Nusa Dua
Pulau Nusa Dharma Nusa Dua. (ist)

balibercerita.com –
Ketahanan pasokan air bersih menjadi salah satu penopang operasional kawasan pariwisata The Nusa Dua, terutama di tengah menyusutnya pasokan air baku yang memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Kuta Selatan. Keberadaan sistem pengolahan air laut menjadi air bersih atau sea water reverse osmosis (SWRO) yang dikelola ITDC Nusantara Utilitas (ITDC NU) memperkuat kemampuan kawasan dalam menjaga ketersediaan air bagi tenant di tengah musim kemarau.

General Manager The Nusa Dua, Made Agus Dwiatmika mengatakan, kawasan Nusa Dua memiliki dukungan pasokan air dari SPAM yang dioperasikan ITDC NU, selain sambungan dari Perumda Air Minum Tirta Mangutama. Kombinasi sumber pasokan ini menjadi penopang ketika suplai dari PDAM mengalami kekurangan.

Baca Juga:   Perayaan HUT Ke-8 Dewata Rockers MG Berlangsung Meriah

“Secara teknis, pasokan air bersih aman karena di samping dari PDAM, ada pasokan dari SPAM ITDC Nusantara Utilitas. Jika terjadi kekurangan pasokan, kebutuhan dapat dipenuhi oleh ITDC Nusantara Utilitas,” ujarnya.

Menurut Agus, kemampuan produksi air ITDC NU dapat mencapai 10.000 meter kubik per hari. Produksi dan kebutuhan aktual tetap menyesuaikan tingkat pemakaian, termasuk okupansi hotel dan kebutuhan operasional tenant di dalam kawasan.

Pada Oktober ini, tingkat okupansi The Nusa Dua masih terjaga di atas 70 persen, meskipun mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. Permintaan diperkirakan kembali meningkat menjelang akhir November hingga pertengahan Desember. Karena itu, kesiapan sistem produksi dan distribusi air menjadi penting untuk mengantisipasi kenaikan kebutuhan pada periode tersebut.

Baca Juga:   Trafik Penumpang di Bandara Ngurah Rai Diprediksi Meningkat Setelah Nyepi

Ketahanan air juga berkaitan dengan upaya menjaga kualitas kawasan. Selama musim kemarau, kebutuhan air untuk penyiraman tanaman dan ruang terbuka hijau meningkat. Sementara itu, hujan diperkirakan baru turun pada awal Desember sehingga pengelola perlu mengatur pemanfaatan air agar kebutuhan tenant terpenuhi dan keindahan kawasan tetap terjaga.

Agus Dwiatmika menegaskan, pihaknya memastikan fasilitas yang dioperasikan ITDC NU berjalan optimal sehingga dukungan pasokan air tetap terjaga. Selain untuk kebutuhan hotel dan tenant, ketersediaan air juga berperan dalam mendukung pemeliharaan lingkungan kawasan pariwisata.

Di sisi lain, sejumlah tenant masih memiliki sumber air tambahan berupa air tanah berdasarkan izin pemerintah. Namun, pengelola kawasan mendorong penggunaan dua sumber utama, yakni PDAM dan SPAM ITDC NU, serta mengimbau tenant agar tidak memperpanjang izin pemanfaatan air tanah.

Baca Juga:   Ayo Cek Tiket dan Jadwal Vaksinasi Booster Gratis di PeduliLindungi

“Kami mendorong tenant menggunakan dua sumber, yakni PDAM dan ITDC Nusantara Utilitas dengan SPAM-nya. Secara teknis, pasokan dari kedua sumber tersebut dapat mendukung kebutuhan kawasan,” katanya.

Keberadaan sistem pengolahan air laut tersebut menjadi bagian penting dari strategi menjaga ketahanan pasokan air The Nusa Dua. Dengan dukungan infrastruktur pengolahan air dan pengelolaan distribusi yang optimal, kawasan diharapkan tetap mampu menjaga keberlangsungan operasional pariwisata di tengah tantangan musim kemarau dan fluktuasi kebutuhan air. (BC5)