She-Connects 2025 Dorong Perempuan Jadi Kekuatan Baru Pembangunan Bangsa di Era Digital

0
186
She-Connects
Suasana acara Shes-Connects, di Kuta. (BC5)

balibercerita.com –
Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan di ruang digital bukan sekadar isu kesetaraan, tetapi bagian penting dari strategi pembangunan bangsa di era transformasi digital.

Pesan itu mengemuka dalam kegiatan She-Connects 2025 bertema “Perempuan, Digital, dan Aksi Nyata” yang digelar di Kuta pada Jumat (10/10). Acara ini dihadiri ratusan perempuan dari berbagai kalangan, akademisi, wirausaha, pelaku industri kreatif, hingga komunitas lokal yang hadir untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan berkolaborasi.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid menyoroti masih rendahnya tingkat partisipasi perempuan di sektor teknologi. Meski 49,1 persen pengguna internet di Indonesia adalah perempuan, hanya 27 persen yang bekerja di bidang teknologi, angka yang masih tertinggal dibanding rata-rata global 40 persen.

Baca Juga:   Command Center Badung Diapresiasi Kemendagri, Dinilai efektif Pantau Pascabencana

“Kita perlu mendorong lebih banyak perempuan berpartisipasi dalam ekonomi digital. Pemerintah menargetkan 9 juta talenta digital hingga 2026, dan perempuan harus menjadi bagian penting dari target itu,” ujar Meutya.

Ia juga menekankan pentingnya menciptakan ekosistem digital yang aman dan berkeadilan gender, terutama untuk melindungi perempuan dan anak dari ancaman dunia maya. Dalam empat tahun terakhir, tercatat 1.902 kasus kekerasan berbasis gender online dan lebih dari 5,5 juta konten pornografi anak telah ditangani pemerintah.

Sebagai langkah preventif, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah tentang Tunas Perlindungan Anak Digital, yang membatasi usia akses media sosial bagi anak. “Indonesia menjadi negara kedua setelah Australia yang menerapkan aturan ini. Tujuannya bukan membatasi, tapi melindungi masa depan anak dari paparan negatif dunia digital,” tegas Meutya.

Baca Juga:   Bandara Ngurah Rai Layani 604 Ribu Penumpang dalam 9 Hari Traffic Nataru 2025

Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media (Dirjen KPM) Kemkomdigi, Fifi Aleyda Yahya menyampaikan bahwa perempuan memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak perubahan digital. “Perempuan bukan sekadar pengguna atau pelengkap, tapi penggerak perubahan digital dan pembangunan masyarakat,” tegas Fifi.

Menurutnya, perempuan memiliki modal penting berupa empati, ketekunan, dan kemampuan beradaptasi, nilai yang sangat dibutuhkan dalam membangun ekosistem digital yang manusiawi dan berkelanjutan. “Pemberdayaan perempuan di dunia digital bukan hanya soal kesetaraan, tapi tentang bagaimana perempuan menjadi bagian dari pembangunan bangsa. Gerakan ini bukan hanya tentang melek digital, tapi tentang menguasai digital,” ujarnya.

Baca Juga:   Film Animasi Panji Semirang, Upaya Pelestarian Budaya Ala Generasi Muda

She-Connects menjadi wadah silaturahmi dan pertukaran pengetahuan bagi perempuan untuk saling menginspirasi dan memperkuat jejaring kolaboratif. “Ruang seperti ini penting agar perempuan bisa saling belajar, tumbuh bersama, dan menjadi pendorong kemajuan dunia digital Indonesia,” imbuhnya.

Melalui She-Connects 2025, Kemkomdigi berharap lahir gerakan perempuan digital yang lebih berdaya, bukan hanya cakap teknologi, tetapi mampu menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi, sosial, dan budaya bangsa di era digitalisasi. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini