balibercerita.com –
Menyambut rahinan Tumpek Uye sekaligus mengimplementasikan program prioritas pemerintah pusat, Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar menggelar aksi nyata pelestarian lingkungan dengan melepas ratusan ekor burung dan menanam berbagai jenis pohon di lingkungan kampus pusat Bangli pada Kamis (5/2).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Rektor UHN I Gusti Bagus Sugriwa, Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana bersama jajaran pimpinan universitas. Aksi tersebut menjadi wujud komitmen UHN Sugriwa dalam mengharmoniskan nilai spiritual, budaya, dan kepedulian terhadap lingkungan hidup.
Program ini selaras dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia dan Asta Protas Kementerian Agama, khususnya dalam penguatan kesadaran spiritual berbasis lingkungan atau ekoteologi. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan rangkaian program Green Dharma Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI, menjelang Tumpek Uye, dengan tema “Green Dharma Bhakti Pertiwi untuk Nusantara Jaya”.
Rektor UHN I Gusti Bagus Sugriwa, Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana menyampaikan bahwa pelepasan satwa dan penanaman pohon bukan sekadar kegiatan simbolis, tetapi merupakan pesan moral dan spiritual tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam. “Hari ini kita melepas satwa dan menanam pohon, termasuk pohon langka dan tanaman upakara. Semoga memberikan manfaat bagi lingkungan dan sejalan dengan Program Asta Cita Bapak Presiden, Asta Protas Bapak Menteri Agama, khususnya dalam penguatan ekoteologi, serta Green Dharma menjelang momen Tumpek Uye,” ujarnya.
Ratusan civitas academika UHN Sugriwa, mulai dari tenaga pendidik, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa, turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Kebersamaan ini mencerminkan semangat gotong royong dan kepedulian kolektif terhadap kelestarian lingkungan kampus dan sekitarnya.
Di tengah berbagai persoalan lingkungan yang belakangan menjadi sorotan, Rektor menegaskan bahwa insan akademik memiliki peran strategis sebagai agen perubahan. Kampus, menurutnya, tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga pusat pembentukan karakter dan kesadaran ekologis. “Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Insan akademik harus memiliki komitmen dan kepekaan terhadap lingkungan, sejalan dengan semangat pemajuan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai dharma,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, UHN I Gusti Bagus Sugriwa berharap nilai-nilai Tumpek Uye tidak hanya dimaknai secara ritual, tetapi juga diwujudkan dalam aksi nyata yang berkelanjutan, demi menjaga alam, memperkuat spiritualitas, dan mewariskan lingkungan yang lestari bagi generasi mendatang. (BC5)















