RSJ Manah Shanti Mahottama Sosialisasikan Penanganan Depresi di Desa Gunaksa

0
168
Manah Shanti Mahottama
Sosialisasi penanganan depresi oleh RSJ Manah Shanti Mahottama, di Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Selasa (14/10). (ist)

balibercerita.com –
Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Manah Shanti Mahottama Provinsi Bali, Selasa (14/10), menggelar sosialisasi di Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Klungkung. Sosialisasi ini bekerja sama dengan komunitas dan pemerintah desa tersebut.

Kegiatan bertajuk Forum Kesehatan Jiwa dalam rangka Penanganan Depresi Sinergi Dukungan Komunitas dan Desa (Parisuda) ini dihadiri Camat Dawan, I Dewa Gede Widiantara, S.S.T.P., M.A.P. didampingi Perbekel Desa Gunaksa, I Wayan Sadiarna, S.H. beserta undangan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung, Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Klungkung, Kementerian Agama Kabupaten Klungkung, perwakilan universitas/perguruan tinggi, kader kesehatan, kader posyandu, dan masyarakat. RSJ menghadirkan narasumber dr. Bagus Surya Kusumadewa Sp.KJ dan Ni Gusti Ketut Diana Setiawati, M.Psi.

Direktur RSJ Manah Shanti Mahottama, dr. Ni Wayan Murdani, M.A.P. mengatakan, untuk mewujudkan visi Pemerintah Provinsi Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru, Provinsi Bali mempunyai tantangan strategis dalam bidang kesehatan termasuk kesehatan mental. Terlebih berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023, prevalensi kejadian depresi di Provinsi Bali sebesar 0,2 persen.

Baca Juga:   Pembakaran Sampah di Jimbaran Picu Keresahan Warga, Ini Tanggapan Camat Kutsel

“Selama tahun 2021-2024, juga terlihat tren peningkatan kasus bunuh diri di Provinsi Bali dan tahun 2024 Provinsi Bali menjadi provinsi dengan prevalensi bunuh diri tertinggi di Indonesia. Kondisi tersebut menunjukkan terdapat kendala pada akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan mental di Provinsi Bali,” ujarnya.

Narasumber dr. Bagus Surya Kusumadewa Sp.K.J. menyampaikan materi pengenalan kesehatan jiwa dan upaya melawan stigma negatif terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Kemudian, Ni Gusti Ketut Diana Setiawati, M.Psi menyampaikan, materi pertolongan pertama pada luka psikologis (P3LP). Hal ini dapat dilakukan melalui bantuan psikologis dasar dan sederhana untuk orang yang mengalami kejadian berat atau trauma.

Baca Juga:   Pemkab Badung Tanam 4.400 Pohon dan Gelar Aksi Bersih Sungai, Dukung Gerakan Semesta Berencana Serentak Seluruh Bali

“Bantuan ini bisa diberikan oleh siapa saja, termasuk orang tanpa keahlian khusus di bidang kesehatan jiwa, dan tidak memerlukan keahlian khusus di bidang kesehatan jiwa,” paparnya.

Pihaknya juga menyampaikan cara mengakses skrining kesehatan online yang dikembangkan oleh RSJ Manah Shanti Mahottama. Kemudian ada juga layanan telekonseling gratis selama Oktober 2025 dalam rangka menyambut Hari Kesehatan Jiwa Sedunia.

Sementara, dr. Ni Wayan Murdani, M.A.P. berharap, pengembangan digitalisasi layanan RSJ Manah Shanti Mahottama seperti skrining kesehatan mental online dan telekonseling dapat terus dilaksanakan. Seperti kegiatan yang disinergikan dengan komunitas dan desa melalui forum kesehatan jiwa ini. “Dan berdampak dalam mengembangkan pelayanan kesehatan masyarakat yang terjangkau, merata, adil, dan berkualitas,” ucapnya.

Baca Juga:   InDrive, Aplikasi Ojek Online yang Bisa Ditawar dan Terjamin Asuransi

Perbekel Desa Gunaksa, I Wayan Sadiarna, S.H., dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas terpilihnya Desa Gunaksa menjadi lokasi penyelenggaraan acara. Pihaknya berharap, melalui forum kesehatan jiwa ini perangkat desa, kader, dan masyarakat dapat memiliki pemahaman yang sama. Utamanya dalam penanganan depresi dan cara mengakses skrining kesehatan mental.

Sebagai simbolisasi kesatuan komitmen dalam penanganan depresi pada kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama dan penyerahan plakat skrining kesehatan mental kepada Perbekel Desa Gunaksa. (BC9)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini