Ribuan Penjor Hias Akan Percantik Jalur Acara KTT G20

Penjor
Sejumlah penjor yang dikerjakan di Desa Adat Bualu terkait G20. (ist)

Mangupura, balibercerita.com – 

Ribuan penjor hias akan menghiasi jalur-jalur yang akan dilalui dan venue acara KTT G20 pada tanggal 15-16 Desember nanti. Mulai dari Bandara Ngurah Rai sampai menuju ke venues acara, yaitu di Nusa Dua, GWK dan Tahura Ngurah Rai. 

Ada 2 ukuran penjor hias yang akan menghiasi jalur tersebut. Pertama, penjor hias madya di jalur yang akan dilalui dan penjor hias utama pada venues acara. Pemasangan 2.500 penjor hias itu ditujukan untuk menampilkan nuansa budaya Bali yang khas dalam menyambut kedatangan tamu kenegaraan. Pemasangan penjor hias itu dibiayai oleh Pemprov Bali dengan anggaran Rp3,5 miliar dan desa adat setempat ditunjuk selaku pelaksana.

Camat Kuta Selatan Ketut Gede Arta menerangkan, sebanyak 1.390 penjor akan menghiasi jalur KTT G20 di wilayah Kecamatan Kuta Selatan. Ukuran penjor hias itu menyesuaikan radius lokasi acara. “Total ada 1.390 penjor hias yang akan ada di Kuta Selatan. Sebanyak 1.328 merupakan penjor madya dan 62 ageng,” ungkapnya. 

Baca Juga:   Bali United Sukses Amankan 3 Poin

Pemasangan penjor dilakukan oleh desa adat yang menjadi area yang dilalui tersebut. Namun dana pengadaan penjor berasal dari Pemprov Bali. Saat ini penjor itu sudah mulai dikerjakan oleh desa adat setempat, seperti Jimbaran dengan 512 penjor, Bualu sebanyak 492 penjor, Tanjung Benoa sebanyak 80 penjor, Tengkulung dengan 80 penjor, Peminge dengan 218 penjor dan Ungasan dengan 8 penjor. Ruas penancapan penjor itu dikomandoi oleh Disbud, termasuk ukuran jarak penjor satu sama lainnya. Namun yang jelas penjor itu akan menghiasi sejumlah ruas jalan yang dilalui delegasi. 

Desa Adat Bualu sebagai salah satu gerbang penyangga kawasan Nusa Dua telah bersiap untuk melakukan pemasangan penjor. Rencananya, sebanyak 492 penjor akan dipasang di beberapa titik sepanjang kawasan jalur utama yang dilalui delegasi. Diperkirakan pemasangan penjor itu dapat rampung terselesaikan pada tanggal 10 November 2022. 

Baca Juga:   Terpeleset Saat Buka Pintu Dam, Redun Tewas di Bawah Jembatan Sidakarya

“Dari 492 penjor yang akan dipasang, sebanyak 480 penjor madya (sedang) dan 12 penjor utama (besar). Untuk biaya pengadaan penjor berasal dari Pemerintah Provinsi Bali, kita hanya pengerjaannya,” terang Bendesa Adat Bualu, I Wayan Mudita.

Dipaparkannya, total biaya pengadaan penjor itu mencapai Rp1,260 miliar. Satu penjor berukuran madya menghabiskan biaya Rp2,5 juta dan 1 penjor utama sebesar Rp5 juta. Adapun titik pemasangan penjor itu dimulai dari simpang Lingkungan Mumbul sampai dengan ke arah Catus Pata Desa Adat Bualu.

Pembuatan dan pemasangan penjor itu tidak dilakukan langsung oleh krama banjar di Desa Adat Bualu. Atas hal itu kemudian ditunjuk 8 vendor dekorasi yang dikelola oleh krama Desa Adat Bualu, untuk mengerjakan penjor itu. Biaya pembuatan penjor itu sudah cair untuk termin pertama sebesar Rp630 juta dan semuanya sudah dibagi merata ke vendor tersebut. “Kami juga tetap buatkan surat perjanjian kontrak, agar proses pengerjaan dilakukan harus profesional dan sesuai dengan permintaan,” tegasnya. 

Baca Juga:   Bupati Giri Prasta Hadiri Pitra Yadnya Ngaben Lan Peroras di Banjar Adat Gunaksa, Bangli

Terpisah, Ketua Paruman Walaka Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali Profesor Dr. I Gusti Ngurah Sudiana menerangkan, penjor merupakan simbol ucapan terima kasih yang disampaikan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa karena telah mengutus Sang Hyang Tri Murti untuk menolong umat manusia dari kelaparan dan bencana. 

Terkait KTT G20, penjor yang digunakan itu merupakan penjor pepenjoran. Sebab jenis tersebut dapat digunakan kapan saja tanpa harus berkaitan dengan upacara adat atau hari raya. Dalam artian pepenjoran yang ditampilkan itu merupakan sebagai hiasan untuk mempercantik acara, serta menjadi salah satu tanda pengingat kepada peserta maupun delegasi KTT G20. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini