Rahasia Intelijen Rilis “Suci Tanah Pembantaian”, Kritik Konflik Berkedok Kesucian

0
11
Rahasia Intelijen
Personel Rahasia Intelijen. (ist)

balibercerita.com –
Grup band metal alternatif, Rahasia Intelijen kembali menegaskan eksistensinya di industri musik Indonesia dengan merilis single terbaru bertajuk “Suci Tanah Pembantaian”. Dirilis di bawah label HALOS Records, lagu ini hadir dengan kritik sosial yang tajam terhadap konflik berkepanjangan yang dibalut narasi kesucian dan kepentingan kekuasaan.

Mengusung aransemen agresif, matang, dan penuh energi, “Suci Tanah Pembantaian” menjadi pernyataan musikal yang menyoroti konflik atas wilayah yang telah dipolitisasi selama lebih dari 1.200 tahun. Melalui musik keras dan lirik yang lugas, Rahasia Intelijen mencoba menggambarkan bagaimana perebutan wilayah kerap melahirkan pertumpahan darah yang tidak kunjung usai.

Formasi terbaru Rahasia Intelijen diperkuat oleh Anindya Pramadhyana, Winky Wiryawan, Cesar Alkautsar, Topan Tofano, dan Nicko Rahmat Prabowo. Kehadiran Winky Wiryawan yang dikenal luas sebagai DJ, aktor, sekaligus musisi, membawa warna baru dalam eksplorasi musikal band ini. Sementara Anindya, yang juga dikenal sebagai vokalis Saint Loco, memperkuat karakter agresif dan intens dalam materi musik Rahasia Intelijen.

Baca Juga:   Lucas Leiva Nilai Atmosfer Bola di Indonesia Luar Biasa

Dalam keterangan tertulisnya, Anindya Pramadhyana mengatakan bahwa single “Suci Tanah Pembantaian” mengangkat isu tentang tanah yang disucikan dan diperebutkan oleh beberapa agama besar dunia. Menurutnya, di balik narasi religius yang berkembang, wilayah tersebut terus menjadi arena konflik dengan kepentingan politik, sosial, ekonomi, hingga perdagangan.

“Lewat lagu ini kami ingin menunjukkan bahwa konflik yang berlangsung berabad-abad bukan hanya soal perebutan wilayah, tetapi juga tentang bagaimana kepentingan elit sering kali mengorbankan masyarakat sipil. Musik adalah cara kami menyuarakan keresahan itu,” ujar Anindya Pramadhyana.

Baca Juga:   The Lantis Hadirkan Ambang Rindu, Lagu Penuh Kejujuran dari Suara Hati

Dalam liriknya, lagu ini juga menyinggung bagaimana nama Tuhan kerap dijadikan pembenaran atas konflik dan kekerasan. Di sisi lain, masyarakat sipil justru menjadi korban utama dari situasi yang tidak kunjung berakhir.

Tak hanya terinspirasi dari konflik global dan perang modern yang masih berlangsung hingga saat ini, Rahasia Intelijen juga merefleksikan kondisi sosial yang lebih luas, mulai dari meningkatnya sentimen antarumat beragama, perang opini di ruang publik, hingga derasnya arus disinformasi yang memecah masyarakat.

Band ini ingin mengajak pendengarnya untuk tetap menjaga nilai kemanusiaan dan persatuan di tengah berbagai konflik yang terjadi. “Kami percaya musik adalah medium yang paling jujur untuk menyampaikan refleksi sosial. Suci Tanah Pembantaian adalah ekspresi kami terhadap realitas yang sering diabaikan,” tutur Winky Wiryawan.

Baca Juga:   Ade Rai dan Hans Jadi Brand Ambassador Ayam Guling Enakko

Dengan riff gitar tajam, vokal intens, dan ritme drum menghentak, “Suci Tanah Pembantaian” mempertegas identitas Rahasia Intelijen di skena musik alternatif Indonesia. Lagu ini bukan sekadar karya musikal, tetapi juga menjadi manifesto tentang bagaimana musik dapat menjadi suara perlawanan terhadap ketidakadilan. Single “Suci Tanah Pembantaian” milik Rahasia Intelijen sudah dapat didengarkan di berbagai platform musik digital mulai 15 Mei 2026. (BC5)