Beranda Sejarah Pura Natar Jemeng dan Kisah Semerbak Cempaka di Desa Pinge

Pura Natar Jemeng dan Kisah Semerbak Cempaka di Desa Pinge

0

Pura Natar Jemeng memiliki berbagai nama, tergantung tafsir individu masing-masing. Ada yang menamakan Siwa Sidanta, Siwa, Budha, Bujangga Siwa, Bujangga Wisnu, Bujangga Brahma dan ada juga yang lain. Di dalam kompleks pura terdapat 22 palinggih, sementara yang ada peninggalannya ada 12 palinggih. Adapun yang berstana di pura tersebut yang utama adalah Ida Bhatara Lingsir, Linggih Dalem Alas Rangda dan Ratu Bagus.

Baca Juga:   Mangku Sudarsana Kombinasikan Pengobatan Tradisional Dengan Modern

Piodalan di Pura Natar Jemeng jatuh pada hari Buda Cemeng Merakih atau tiap 6 bulan sekali. Pangempon pura mayoritas dari Desa Adat Pinge dan beberapa ada dari luar. Untuk pamedek, asal mereka berasal dari seluruh Bali, bahkan ada yang non-Hindu. Mereka mempercayai bahwa doa-doa mereka terjawab ketika tangkil ke pura itu.

Baca Juga:   Pura Taman Pecampuhan Sala, Perpaduan Eksotisme Alam dan Daya Magis yang Sempurna

Sementara, Pangelingsir Pemangku Desa Adat Pinge, A.A. Prapta atau Gung Alit menerangkan, Pura Natar Jemeng diyakini berkaitan erat dengan perlintasan tokoh suci Hindu terdahulu. Dari berbagai sumber diketahui bahwa tokoh suci tersebut sempat berstana di sana. Nama Desa Pinge sendiri diyakini merupakan bentuk pemberian nama dari orang suci tersebut.

Baca Juga:   Wisata Pantai di Bali yang Bikin Kangen

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini