PINTU Hadirkan Crypto Museum Pertama di Indonesia di Ajang Coinfest Asia 2025

0
220
Crypto
Dari kiri: Nathanael Christian, Febi Mettasari, ⁠Timothius Martin, dan Ari Budi Santosa selaku Content Editor Specialist PINTU. (BC5)

Tabanan, balibercerita.com –
PT Pintu Kemana Saja (PINTU), aplikasi crypto all-in-one pertama di Indonesia, memperkenalkan Crypto Museum pertama di Indonesia dalam ajang tahunan Coinfest Asia 2025 yang digelar di Tabanan, Bali. Museum bertema cyberpunk ini menjadi sorotan utama karena menampilkan sejarah dan perjalanan industri crypto dalam format visual yang futuristik dan edukatif.

Keikutsertaan PINTU dalam ajang komunitas crypto terbesar di Asia ini juga mencakup berbagai aktivitas, seperti Pintu Futures Live Trading Competition dengan total hadiah senilai $5.000, sesi media gathering bertajuk “Embracing the Full Moon: Mass Adoption of Crypto and Innovations in Indonesia”, serta acara utama Satoshi Sunset Party hasil kolaborasi PINTU dengan Amazon Web Services (AWS).

Dalam diskusi panel yang digelar di lokasi acara, Chief Marketing Officer (CMO) PINTU, Timothius Martin menyoroti kemajuan regulasi crypto di Indonesia yang dinilai mampu menjadi role model global. “Posisi Indonesia di peta crypto global dari sisi regulasi sangat maju dan bahkan bisa menjadi yang terbaik di Asia. Adanya bursa kripto CFX, lembaga kustodian, dan kliring meningkatkan keamanan bagi user crypto Indonesia,” ungkap Timothius.

Baca Juga:   Barbershop di Pemogan Ini Juga Sediakan Layanan Tato 

Ia juga menyampaikan performa positif PINTU, di mana aplikasi telah diunduh lebih dari 10 juta kali per Juli 2025. Pada bulan yang sama, Monthly Trade User (MTU) mencetak rekor tertinggi sejak 2021. Produk Pintu Futures mencatat pertumbuhan signifikan dengan lonjakan volume perdagangan lebih dari 170 persen secara bulanan.

Ia berharap, ekosistem crypto Indonesia tumbuh lebih sehat. Para investor dan trader Indonesia dapat lebih bijaksana dan tidak mudah terbawa FOMO proyek cuan cepat. Ia mendukung penuh pertumbuhan Web3 dan berharap akan semakin banyak sosok yang memperkaya ekosistem ini.

Baca Juga:   Jun Bintang Sebut Sanfest Jadi Momentum Musisi Bali Bangkit dari Pandemi

Sementara itu, Co-Founder & CEO IDRX, Nathanael Christian menyampaikan keprihatinan atas dominasi stablecoin berbasis dolar AS dalam transaksi crypto di Indonesia. “Lebih dari 99 persen investor crypto menggunakan dolar AS lewat stablecoin. Artinya, secara tidak langsung kita menaruh rupiah di US Treasury. Ini perlu segera disikapi agar aktivitas crypto bisa menggunakan rupiah, bukan soal kegunaan, tapi soal kedaulatan rupiah,” ujarnya.

Febi Mettasari, Web3 Developer yang baru-baru ini memenangkan ajang Sui Overflow Hackathon 2025, juga turut berbagi pandangan. Ia mendorong keseimbangan antara komunitas trader dan developer dalam ekosistem Web3 Indonesia. “Community itu powerful. Tapi saat ini masih terlalu terfokus pada trading. Saya berharap komunitas developer dan builder juga mendapat ruang dan dukungan regulasi agar Indonesia tak tertinggal dalam kompetisi Web3 global,” kata Febi.

Baca Juga:   Joni Agung & Double T Hadirkan Reggae Melankolis Lewat Lagu Baru “Sakit Hati”

Acara Coinfest Asia 2025 yang dihadiri oleh hampir 1.000 peserta, juga melibatkan berbagai institusi seperti SRO CFX, KKI, ICC, serta perusahaan PAKD seperti Indodax, Reku, Floq, Mobee, Upbit, dan Koinsayang. Para pengunjung disuguhi berbagai aktivasi menarik seperti boxing arcade, seni digital, hingga pertunjukan musik.

PINTU, di bawah naungan PT Pintu Kemana Saja merupakan pedagang aset keuangan digital (PAKD) yang terdaftar resmi di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan menjadi anggota Bursa Kripto CFX. Diluncurkan pada 1 April 2020, PINTU menawarkan akses mudah ke aset crypto dengan fitur unggulan seperti Pintu Earn, Staking, Auto DCA, Web3 Wallet, Pintu Pro, dan Pintu Futures untuk investor pemula hingga trader profesional. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini