balibercerita.com –
Untuk memperkuat ketangguhan menghadapi banjir, wilayah Legian, Seminyak, dan Kuta mulai tahun ini dipersenjatai dengan perahu karet dan life jacket. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mitigasi dan percepatan evakuasi mengingat ketiga wilayah tersebut rawan terdampak banjir.
Sekretaris Kecamatan Kuta, Made Agus Suantara menjelaskan bahwa pengadaan perahu karet dan life jacket untuk ketiga kelurahan tersebut dianggarkan dari kecamatan. Perahu karet dianggarkan pada Desember 2025 dan telah diterima pada Januari 2026, kemudian langsung ditempatkan di masing-masing kelurahan. Setiap kelurahan memperoleh empat unit perahu karet lengkap dengan pelampung serta dua papan penanganan evakuasi yang ditempatkan di gang-gang kecil.
“Itu kita adakan sebagai antisipasi kejadian banjir sebelumnya, karena kita kelabakan mengevakuasi banyak daerah pariwisata yang kebanjiran. Evakuasi diperlukan karena ada wisatawan yang menginap di hotel dan vila harus check out ke bandara,” kata Agus.
Kebutuhan perahu karet untuk evakuasi diakuinya cukup besar, baik bagi warga dan wisatawan di sepanjang kawasan hotel dan vila yang rawan tergenang. Beberapa pengusaha memang memiliki perahu karet, namun jumlahnya masih skala kecil.
Kapasitas perahu karet di kelurahan tergolong sedang, karena mampu memuat sekitar lima orang. Sayangnya kondisinya belum dilengkapi mesin sehingga masih dioperasikan secara manual. “Kapasitas perahu karet yang kita miliki itu untuk lima orang. Saat ini memang belum dilengkapi mesin, masih manual. Ini menjadi kendala karena penanganan jadi lambat. Kami sudah mengusulkan pengadaan mesin kecil agar tidak lagi mendayung,” jelasnya.
Selain melengkapi sarana evakuasi, pihak kecamatan juga berencana menggelar pelatihan penggunaan perahu karet dan mengajukan bantuan mesin boat guna mempercepat proses evakuasi dan mitigasi bencana. Upaya ini dilakukan sebagai antisipasi berdasarkan pengalaman banjir sebelumnya, di mana petugas sempat kewalahan mengevakuasi warga dan wisatawan di kawasan pariwisata yang terdampak genangan.
Seluruh perahu karet saat ini dalam kondisi siaga di masing-masing kelurahan. Ke depan, kecamatan juga akan menjajaki adanya pelatihan penggunaan perahu, pelampung, serta tata cara penanganan bencana, kemungkinan bekerja sama dengan Balawista yang telah berpengalaman dalam evakuasi banjir. Pelatihan akan diberikan kepada Linmas, Jagabaya, dan LPM di tingkat kelurahan yang akan menjadi garda terdepan dalam proses evakuasi.
Pihak kecamatan juga berharap perbaikan infrastruktur yang dilakukan Dinas PUPR Badung dapat mencegah banjir di masa mendatang, terutama pembangunan drainase di kawasan Dewi Sri, Seminyak. Dengan demikian, kebutuhan penambahan perahu karet untuk penanganan banjir di Kecamatan Kuta diharapkan tidak lagi meningkat. (BC5)


















